Raja Saudi: Yerusalem Timur Adalah Ibu Kota Palestina

Raja Saudi,Salman Bin AbdulAziz kemarin (15/04) mengatakan bahwa masalah Palestina adalah masalah Bangsa Arab yang “nomor satu” dan Yerusalem Timur adalah ibu kota Negara Palestina.

“Palestina adalah isu nomor satu kami dan akan tetap demikian sampai rakyat Palestina memperoleh semua hak-hak mereka yang sah, khususnya pendirian negara merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya,” kata Raja Salman dalam pidato sambutannya pada pertemuan Liga Arab yang diadakan di Dhahran.

Dia juga menolak keputusan Pemerintah AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, sambil memuji konsensus internasional yang menentang langkah itu. “Kami menekankan bahwa Yerusalem Timur adalah bagian integral dari wilayah Palestina,” katanya.

Raja melanjutkan untuk menegaskan kembali pentingnya kedaulatan, kemerdekaan, keamanan dan integritas teritorial bagi Yaman di mana pasukan koalisi yang dipimpin oleh Saudi memukul negara termiskin di dunia itu dalam upaya untuk membersihkannya dari kelompok Houthi yang didukung oleh Iran.

“Kami juga mendukung semua upaya yang bertujuan mencapai solusi politik bagi krisis di Yaman, sesuai dengan inisiatif GCC dan mekanisme eksekutifnya, hasil dari Konferensi Dialog Nasional Yaman yang Komprehensif dan Resolusi DK-PBB nomor 2216,” katanya.

Dia menambahkan: “Kami menyerukan kepada masyarakat internasional untuk bekerja mempersiapkan semua cara untuk memberikan bantuan kemanusiaan diberbagai daerah di Yaman.”

Raja menyalahkan kelompok Houthidan Iran atas kesengsaraan di Yaman. “Kami menganggap milisi Houthi yang didukung Iran bertanggung jawab penuh atas kemunculan dan kelanjutan krisis Yaman dan penderitaan kemanusiaanyang telah menimpa Yaman.”

Dia memberikan catatanbahwa Houthis telah meluncurkan 119 roket balistik menyerang Kerajaan(Saudi), termasuk tiga yang menyerangMekkah.

Dia mengkritik campur tangan Iran dalam urusan dalam negeri negara-negara Arab.
Kelompok HAM di seluruh dunia dalam berbagai kesempatan telah mengkritik peran Arab Saudi di Yaman dan menunjuk penyerangan secara sembarangan kepada negara itu yang telah mengakibatkan terbunuhnya kaum wanita dan anak-anak dan yang telah digambarkan sebagai “kejahatan perang” (i7).

——

Sumber: www.middleeastmonitor.com
Terbit: 16/04/2018 -09:50 pagi

About Kholid Abdullah

Kholid Abdullah bekerja sebagai tutor Bahasa Inggris dan Bahasa Arab di beberapa lembaga swasta. Selain mengajar, aktifitas harian yang rutin dilakukannya adalah melakukan alih bahasa dari media berbahasa Inggris dan Bahasa Arab untuk mengisi konten situs ASPAC (Asia Pacific Community for Palestine). Saat ini Kholid sedang menyusun sebuah ebook “Antologi Puisi & Nyanyian Perlawanan Palestina”. Untuk mengirim pesan kepadanya, bisa melalui email: interiorasap@gmail.com.
View all posts by Kholid Abdullah →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *