Qasim: Otoritas Palestina Tak Serius Jaga Al-Quds

Guru besar ilmu politik di Universitas Nasional An-Najah, Prof. Abdus Sattar Qasim mengatakan, pelarangan penjajah ’Israel’ untuk berkunjung ke Al-Quds (Jerusalem) adalah tindakan pelecehan terhadap bangsa Arab dan organisasi-organsiasi internasional. Ia menampik aka nada reaksi dari pihak Otoritas Palestina atau Jordania. Ia menambahkan, OP tidak serius dalam menjaga tempat-tempat suci Islam terutama kota suci Al-Quds (Jerusalem) dan Masjid Al-Aqsha.

Ia menjelaskan, kepentingan Otoritas Palestina tergantung dengan penjajah zionis. Pelarangan Israel terhadap kunjungan delegasi UNESCO adalah sandiwara yang sudah diseting sebelumnya sejak diteken kesepakatan segitiga Israel – Otoritas Palestina dan Jordania. Buktinya, penjajah zionis tidak pernah mengakui lembaga-lembaga internasional bentukan PBB dan resolusi yang dikeluarkan.

Dalam wawancara khususnya kepada harian As-Sabil Jordania, Qasim menegaskan, Israel tidak mengancam negara-negara Arab bahkan mengancam umat secara keseluruhan. Selama ini Israel membela negara-negara Arab itu karena melakukan tindakan penindasan terhadap rakyatnya. Lantas respon apa yang bisa diharapkan dari negara-negara itu?

Soal kekerasan berulang-ulang warga Yahudi terhadap kesucian Masjid Al-Aqsha, Qasim menegaskan, penjajah sengaja menggunakan prisip bahwa selama negara-negara regional melempem dan sibuk dengan masalah internal, penjajah meningkatkan eskalasinya dan apabila Arab sedang marah, Israel meminimalkan tekanan.

Pada April lalu radio zionis menyebutkan adanya kesepakatan antara Yordania dan Otoritas di satu pihak dengan penjajah zionis dengan sponsor Amerika untuk menghapus kebijakan mengecam penjajah zionis di UNESCO, dengan ini pihak UNESCO diijinkan untuk mengunjungi Al-Quds dan melihat peninggalan dan warisan sejarah di Al-Quds. (infopalestina)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *