“Proyek Rekonstruksi Gaza di Sinai dengan Dana Teluk "

Trump dan Bin Salman di Gedung Putih

Oleh: Ahmad Drawisha

Pemerintah AS berusaha untuk mengumpulkan dana lebih dari setengah miliar dolar dari negara-negara Teluk untuk melanjutkan proyek rekonstruksi Jalur Gaza, akan tetapi proyek itu akan berada di Sinai Mesir dan bukan di dalam Jalur Gaza.

Surat Kabar Haaritz menukil dari sumber-sumbernya, Ahad (17/06) bahwa penggalangan dana akan menjadi isu sentral pembicaraan yang akan diadakan pekan ini antara penasehat senior dan menantu presiden Trump, Jared Kouchner dan utusan khusus AS untuk proses perdamaian Timur Tengah, Jason Greenblatt, di “Israel”. Qatar, Arab Saudi, Mesir dan Yordania.

Jared Kushner di kantor PM “Israel” Netanyahu

Pemerintah AS berharap proyek pembangunan ini memberikan sumbangan bagi menenangkan “ketegangan keamanan Israel dengan Jalur Gaza”, yang akan menciptakan “suasana positif” di tengah-tengah pemaparan rencana perdamaian Amerika untuk menyelesaikan masalah Palestina. Di media massa rencana ini dikenal dengan istilah “kesepakatan abad ini”, yang pemerintah AS masih belum menentukan waktu, untuk mengumumkannya.

Di antara opsi yang diajukan oleh Amerika Serikat adalah pembangunan pembangkit listrik untuk Gaza dan pelabuhan di Semenanjung Sinai Mesir.

Menurut “Haaretz”, pemerintah AS menempatkan prioritas tertinggi untuk masalah energi di Jalur Gaza, mengacu pada dua krisis yang tajam yaitu listrik dan bahan bakar di Jalur Gaza, dan AS khawatir krisis ini akan terus memburuk. Oleh karenanya Kouchner dan Greenblatt akan berusaha untuk mendapatkan pendanaan Teluk dan kerjasama Israel-Mesir untuk menyelesaikan krisis ini pertama-tama. Tapi AS hingga kini masih belum memilih satupun langkah untuk merehabilitasi sektor energi di Jalur Gaza. Tapi sudah jelas bahwa solusi apa pun akan mengarah kepada pembangkit listrik di Sinai Mesir, bukan di Jalur Gaza, menurut dua skenario yang tersedia: Pertama, pembangunan stasiun pembangkit energi di utara Sinai Mesir, untuk membantu Jalur Gaza. Kedua: membangun proyek pembangkit energi matahari di Al-Arish, Mesir yang akan memberikan kontribusi bagi peningkatakan volumne listrik sementara di Jalur Gaza.

Menurut Haaretz, pemerintah AS percaya bahwa masalah Jalur Gaza amatlah sangat mendesak, akan tetapi jalan keluarnya relatif cepat, hanya semata-mata dengan memperoleh pendanaan negara Teluk yang diperlukan dan sudah semestinya.

Jason Greenblatt, Utusan Khusus AS untuk Perdamaian Timur Tengah

Pemerintah AS sedang mencari solusi dua-lapis: Solusi jangka pendek dengan berusaha untuk mengamankan pendanaan yang diperlukannya demi memperbaiki situasi di Jalur Gaza, dan menyajikannya langkah pra-peluncuran “Kesepakayan Abad ini” tanpa mengabaikan proyek-proyek jangka panjang.

Menurut “Haaretz”, pembicaraan saat ini difokuskan pada pembangunan infrastruktur di Sinai Mesir, untuk membantu Jalur Gaza, termasuk: pelabuhan Palestina di Sinai Mesir, kawasan industri untuk produksi bahan bangunan, dan pusat penyulingan air laut.

Proyek-proyek ini akan memberikan kontribusi bagi meningkatkan situasi ekonomi dan keamanan di Sinai utara, dan bukan di Jalur Gaza, yang akan memberikan sumbangan bagi pelunakan sikap penentangan yang ditunjukkan oleh Kairo baru-baru ini, dan ini mendorong Amerika untuk mencoba mendapatkan pendanaan dari negara-negara Teluk. (i7)

———–

Sumber: www.arab48.com, terbit: 17/06/2018 –  21:09.

, , , , ,

About Kholid Abdullah

Kholid Abdullah bekerja sebagai tutor Bahasa Inggris dan Bahasa Arab di beberapa lembaga swasta. Selain mengajar, aktifitas harian yang rutin dilakukannya adalah melakukan alih bahasa dari media berbahasa Inggris dan Bahasa Arab untuk mengisi konten situs ASPAC (Asia Pacific Community for Palestine). Saat ini Kholid sedang menyusun sebuah ebook “Antologi Puisi & Nyanyian Perlawanan Palestina”. Untuk mengirim pesan kepadanya, bisa melalui email: interiorasap@gmail.com.
View all posts by Kholid Abdullah →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *