Polisi "Israel" Serang “Murabith” Masjid Al-Aqsha

 

Yerusalem, Kamis (30/08) Polisi “Israel” menyerang seorang murabith” (orang yang mengikatkan diri untuk berada di Masjid dalam ibadah) Yerusalem dengan pukulan parah yang mengakibatkannya harus masuk rumah sakit.

Nizam Abu Rumuz, warga yang menjadi korban penganiayaan tersebut mengatakan bahwa dia seperti biasa adalah seorang “murabith” di Gerbang Al-Asbath. Pada pagi hari itu Polisi “Israel” melarangnya memasuki Masjid Al-Aqsha selama berlangsungnya penyerbuan (orang-orang Yahudi ke Masjid Al-Aqsha) pada pagi hari.

Dia mengatakan dalam sebuah wawancara dengan “Quds Press” bahwa seorang polisi “Israel” memeriksa identitasnya, dan menyerangnya “secara verbal “, yang menyebabkan pertengkaran mulut di antara kedua pihak.  Polisi itu kemudian membawanya ke pos polisi Penjajah di Gerbang Al-Asbath sebagai pendahuluan atas penangkapannya.

Dijelaskannya, belum lagi dia duduk di kursi pos polisi, tiba-tiba polisi itu mulai memukul kepala dan wajahnya dengan amat keras dan kejam.

Sebuah patroli kepolisian “Israel” membawanya dalam konodisi berdarah-darah ke pusat “Al-Qishla” barat Yerusalem, dari sana dia dibawa ke rumah sakit Hadassah Ein Karem, dan terus berada dalam tahanan penjajah dalam kondisinya yang memburuk.

Dia mengatakan bahwa dia dipanggil untuk diinterogasi pada jam 9 pagi hari Jumat di pusat Al-Qashla, untuk memastikan bahwa benar dia berada di sekitar Masjid Al-Aqsha, daerah yang telarang baginya untuk berada di sana dengan dalih bahwa namanya ada di dalam “daftar hitam”.

Perlu disebutkan bahwa “daftar hitam” adalah sekelompok nama para “murabithin” (orang-orang yang mengikatkan diri berada di masjid untuk beribadah) secara kontinyu di Masjid Al-Aqsha dan mereka tidak diizinkan masuk ke  Al-Aqsha. Tapi ketetapan ini bersifat informal, yang bergantung kepada suasana hati polisi Israel di gerbang masjid (i7).

———–
Sumber: www.palinfo.com, terbit: 30/08/2018, pukul: 10.30:26 malam

, ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *