Polisi Israel Dukung Anggota Knesset Serbu Al-Aqsha

aspacpalestine.com – Al-Quds. Polisi penjajah Israel terus melakukan persiapan untuk memberikan suasana yang memungkinkan bagi anggota Knesset dan menteri-menteri pemerintahan Israel, dalam melakukan serbuan ke pelataran masjid Al-Aqsha, Senin (28/8/2017), menurut media informasi Israel. Penyerbuan tersebut menurut keputusan perdana menteri, Benyamin Netanyahu.

Polisi Israel akan melakukan gladi penyerbuan yang dilakukan oleh para menteri dan anggota Knesset ke pelataran masjid Al-Aqsha. Hal tersebut dilakukan atas dasar keputusan yang dikeluarkan oleh Netanyahu sebelumnya, terkait pencabutan larangan kunjungan ke masjid Al-Aqsha bagi para menteri dan anggota knesset. Larangan tersebut diputuskan setelah penjajah Israel memasang detektor logam dan kamera pengawas di gerbang masjid Al-Aqsha.

Dilansir dari media-media informasi Israel, bahwa sejumlah anggota knesset dari partai sayap kanan Israel bersiap untuk penyerbuan pertama kalinya ke masjid Al-Aqsha. Sementera itu, polisi penjajah Israel akan memantau tindakan reaksi orang-orang Palestina terhadap serbuan ini.

Hal tersebut datang, ditengah perkiraan di kalangan keamanan penjajah Israel. Mereka memperkirakan akan menyebabkan ketegangan kembali di masjid Al-Aqsha, khususnya Jumat (1/9/2017) pekan ini yang bertepatan dengan hari raya Idul Adha dan dekat dengan hari raya yahudi yang akan berlangsung pada bulan yang akan datang, yang disertai dengan seruan-seruan berbagai kelompok yahudi dan permukiman untuk menyerbu Al-Aqsha. Komite Al-Quds dan Al-Aqsha dari Dewan Legislatif Palestina mengutuk keputusan penjajah Israel terkait izin anggota Knesset untuk menyerbu Masjid Al-Aqsha.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Islam Nasrani untuk Bantuan Al-Quds dan Tempat-Tempat suci, Dr Hana Issa menegaskan daftar kebijakan Israel terhadap ekstrimisme serta pelanggaran terhadap kesucian tempat-tempat suci Islam dan nasrani di Al-Quds maupun di seluruh wilayah Palestina terjajah, merupakan peringatan dari dampak-dampak penyerbuan ini yang meluas saat penjajah Israel mencurahkan adanya yahudi di Al-Aqsha. Selain itu, hal ini juga sebagai dampak pembagian waktu antara Muslim dan Yahudi. Hal tersebut menjadi langkah awal untuk mendirikan Klaim Haikal Sulaiman di atas reruntuhan masjid Al-Aqsha.

 

Sumber: omandaily.om

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *