PM Yordania: Al-Aqsha Tetap Berada Dalam Pengelolaan Yordania

PM Yordania, Abdullah An-Nasur menyatakan, pengelolaan Yordania atas Masjidil Aqsha, dan tempat suci di Al-Quds, bukan pemberian seseorang, karena hal itu sudah ada sejak sebelum keberadaan zionis “Israel” , karena itu tidak ada satu pihak pun yang berhak mencabutnya.

Menjawab pertanyaan wartawan dalam konferensi bersama di kantor otoritas Ramallah dengan PM Romi Hamdalah, seputar ancaman parlemen zionis mencabut kendali Yordania atas Masjidil Aqsha dan mengalihkannya kedalam kendali zionis, “Pengelolaan ini masuk dalam hukum internasional, saat penandatanganan kesepakatan damai antara Yordania dan Israel. Menurut kesepakatan ini tidak ada satu pihak yang berhak membatalkan pasal dari kesepakatan yang dicapai.

An-Nasur menjelaskan, Kerajaan Yordania mengakui bahwa bagian Timur Al-Quds merupakan tanah Palestina jajahan tanpa pengecualian, termasuk Masjidil Aqsha diakui berada dalam kendali negara Palestina.

Nasur menegaskan, Yordania tidak berlomba dengan Palestina mendapatkan hak kendali ini, agar tidak menjadi persoalan. Peran Yordania telah diakui lebih dulu tahun 1948, berdasarkan pada wasiyat Hashimiyah atas kawasan tempat suci umat Islam dan Kristen di Al-Quds, bersumber kepada baiat tahun 1923, dimana wasiyat diberikan kepada raja Arab, saat itu Husain bin Ali, dan belum ada “Israel” bahkan seorangpun belum berpikir bahwa zionis akan dibangun.

Nasur menambahkan, kewajiban Kerajaan Yordania adalah melindungi tempat suci dengan segenap cara yang memungkinkan, dan Yordania menjadi rujukan yang suaranya cukup didengar.

Menutup keterangannya, Nasur menyatakan, perdan Yordania di Al-Quds sangat kuat dan legal, karena itu harus menjadi rujukan, dan tidak mungkin Yordania mengabaikannya, sampai titipan ini dikembalikan kepada bangsa Palestina, generasi demi generasinya sebagai amanah.

An-Nasur tiba di kota Ramallah menggunakan helicopter militer Yordania, bersama delegasi kementerian Yordania, dan menandatangani kesepakatan pertanian, industry dan perdagangan dengan otoritas Ramallah. (infopalestina)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *