Perusahaan Mesir Mulai Impor Gas “Israel” Tahun Depan

Oleh: Kholid Sayyid

Sumber-sumber dalam industri perminyakan di Mesir, mengatakan bahwa proyek, yang digambarkan Presiden Abdel Fattah al-Sisi sebagai “tujuan” yang telah dicapai negaranya di bidang energi, yaitu impor gas alam “Israel” untuk diekspor kembali, akan dimulai pada kuartal pertama tahun depan.

Sumber Mesir mengatakan bahwa perusahaan minyak swasta Mesir akan mulai melakukannya, dan menambahkan bahwa operasi impor tersebut akan dimulai dalam jumlah kecil yang secara bertahap terus bertambah dan mencapai puncaknya pada bulan September.”

Sumber itu tidak memberikan rincian tentang harga ataupun volumenya.

Perusahaan swasta Mesir  “Duelfenos” telah menandatangani kesepakatannya Februari lalu, untuk mengimpor gas Israel, yang telah memicu kontroversi di media Mesir tentang kelayakan mengimpornya, disaat mana Mesir telah benar-benar mulai berproduksi, dari ladangnya di laut Zohr, yang merupakan lapangan gas terbesar di Laut Tengah dan salah satu penemuan gas terbesar secara global di dalam beberapa tahun terakhir.

Perjanjian yang ditandatangani oleh beberapa pihak di dua ladang laut “Israel” Tamar dan Lothian dengan “Duelfenos” akan berlangsung untuk mengekspor gas alam “Israel” senilai $ 15 miliar selama jangka waktu 10 tahun.

Perjanjian tersebut memuat penyediaan pasokan total 64 miliar meter kubik gas selama sepuluh tahun ke depan. “Israel” Delek Group dan Noble Energy, perusahaan yang berbasis di Texas, akan memimpin dua proyek gas “Israel” ini.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, saat menandatanganinya menggambarkan bahwa kotrak itu merupakan “hari besar”, sambil menambahkan bahwa itu akan memperkuat ekonomi Israel dan memperkuat hubungan regional.

Menteri Energi Israel Yuval Steinitz mengatakan kesepakatan itu adalah transaksi ekspor terpenting dengan Mesir sejak kedua negara menandatangani “perjanjian damai” di Camp David pada 1979.

Mesir telah menjual gas ke Israel sebelumnya, tetapi perjanjian itu gagal pada tahun 2012 setelah serangan berulang oleh kelompok-kelompok bersenjata yang menentang kesepakatan antara Mesir dan “Israel”, di jalur pipa di Semenanjung Sinai Mesir.

Perusahaan ENI telah menemukan ladang Zohr di wilayah perairan Mesir tahun 2015, yang mengandung sekitar tiga puluh triliun kaki kubik cadangan gas, sementara pemerintah Mesir memberikan hak istimewa “yang amat murah hati” kepada perusahaan yang memiliki lebih dari setengah ladang gas itu.

Dan beberapa analis ekonomi dalam beberapa bulan belakangan ini sejak kesepakatan Mesir –“Israel” tersebut menampakkan keheranan mereka atas kesepakatan ini khususnya setelah penemuan ladang Zohr yang seharusnya cukup bagi kebutuhan nasional Mesir ditambah lagi kemungkinan untuk mengekspor kelebihan darinya (i7).

————————

Sumber: www.arab48.com, terbit: 05/08/2018 – 10:29.

,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *