Pernyataan Pers Komite Koordinasi “Pawai Kepulangan”

Komite Koordinasi “Pawai Kepulangan” atau dalam Bahasa Arab “Masirat Al-Audah” dan dalam Bahasa Inggris disebut “The Great Return March(GRM) ” yang diagendakan berlangsung Jumat mendatang (30/03) telah menerbitkan sebuah pernyataan pers terkait agenda besar itu. Berikut Aspacpalestine menerjemahkan isi pernyataan dari naskah berbahasa Inggrisnya yang dimuat dalam situs www.gaza.scoop.ps terbit pada 15/02/2018 lalu (Gaza.scoop.ps/i7).

 

PERNYATAAN PERS

Komite Koordinasi- The Great Return March (GRM)

Dengan menyebut nama Allah, Yang Maha Pemurah, Maha Penyayang

 

“Kembali adalah pilihan rakyat”

Dengan keimanan yang teguh kepada Allah dan percaya kepada-Nya, dan dengan keyakinan akan hak sakral para pengungsi Palestina untuk kembali pulang, kami mengumumkan fajar kepulangan ke tanah air kami; sebuah unjuk rasa yang baru saja diluncurkan dan akan menjulang menjadi tenunan untaian kepulangan dari harapan orang-orang yang tidak berumah, pengorbanan para tahanan kami dan orang-orang yang terluka, serta perjuangan rakyat kami.

Ini adalah kelanjutan dari perjuangan panjang kami termasuk di dalamnya Pawai Kepulangan Maret 2011 dan Pawai Kepulangan Global menuju Yerusalem Maret 2012.

 

Perang tahun 1948 yang telah berakhir 70 tahun lalu dan sama sekali tidak ada pembenaran bagi para pengungsi untuk dicegah pulang kembali ke rumah mereka.

Berbagai Resolusi internasional telah diadopsi, terutama Resolusi 194 yang menyerukan kembalinya para pengungsi. Sekarang, keputusan ada di tangan mereka karena mereka telah memutuskan untuk menggunakan hak mereka untuk kembali pulang secara damai, di saat yang sesuai pilihan mereka.

Para pengungsi Palestina tidak pernah pergi jauh dari rumah mereka; bahkan banyak yang tinggal hanya beberapa ratus meter darinya, atau hanya terpisah dari rumah asli mereka dengan pagar kawat berduri.

 

Waktu untuk pulang telah tiba.

Tanah-tanah, desa-desa dan kota-kota para pengungsi ini telah memberi isyarat kepada mereka untuk kembali; beberapa dari mereka bahkan tidak pernah dihuni sejak Nakba. Jadi mengapa mereka tidak dapat menggunakan hak mereka saat mereka masih memiliki akta tanah dan kunci rumah mereka?

Para pengungsi telah lelah dengan kesengsaraan kamp; mereka sangat yakin bahwa tanah dan rumah mereka lebih akomodatif daripada kamp-kamp penghinaan. Apakah yang menghalangi mereka, dari meninggalkan kamp-kamp penuh celaka dan memperoleh kembali martabat mereka?

Tidak ada alasan yang dapat dibenarkan untuk menunggu solusi politik yang lebih lama yang akan memulangkan para pengungsi ke rumah mereka; atau mencegah penjajah untuk memperluas permukimannya, menyita lebih banyak tanah dan meningkatkan agresinya dan melakukan blokade.

 

Kenapa menunggu ?!

Rakyat Palestina kami telah memutuskan untuk mendapatkan kembali hak mereka, melalui upaya mereka sendiri dan dengan dukungan dari orang-orang merdeka di dunia untuk pulang kembali ke tanah air dan rumah-rumah mereka secara damai, sesuai dengan resolusi internasional, hukum, dan prinsip-prinsip hak asasi manusia.

Dengan sendirinya, para pengungsi baik pria, wanita dan anak-anak dari berbagai lokasi pengungsian akan melakukan pawai terbuka yang damai menuju Palestina; mengibarkan bendera nasional mereka dan dilengkapi dengan Resolusi PBB 194. Mereka tidak mencari apa pun kecuali menggunakan hak mereka untuk kembali pulang.

Kami menyerukan kepada rakyat kami: bersiaplah untuk kembali pulang; ini adalah keputusan Anda; pencapaiannya sudah lama tertunda.

Kami kembali dengan kehendak Allah dan tekad semua rakyat kami yang tabah menuju tanah air kami, baik yang masih berada di dalam Palestina atau mereka yang telah menjadi Diaspora di negara lain.

 

The Coordinating Committee- The Great Return March (GRM).

Palestine, Monday 12th Feb. 2018

Komite Koordinasi “Pawai Kepulangan (GRM)

Palestina, Senin 12 Februari 2018

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *