Perjanjian Baru Buka Ekspor Gas ‘Israel’ ke Mesir

 


Delek Energi ‘Israel’ Kamis (27/09) telah menandatangani perjanjian dengan perusahaan AS Noble Energy dan Perusahaan Mesir East Gas untuk membeli 39 persen saham EMG, perusahaan pengiriman gas dengan membayar USD 518 juta, demi mengakhiri kebuntuan hukum yang muncul pasca keruntuhan perusahaan EMG dalam beberapa tahun belakangan ini, seperti dilansir oleh Globes, sebuah situs ekonomi ‘Israel’.

Perusahaan EMG memiliki jalur pipa laut untuk memompa gas alam hingga jarak 90 km, menghubungkan antara Ashkelon dan sistem pompa gas alam Mesir di daerah Arish.

Ini membuka peluang untuk menyempurnakan perjanjian dua perusahaan Delek dan Noble untuk melanjutkan eksploitasi gas alam dari dua ladang gas ‘Israel’ yaitu Tamar dan Leviathan untuk Mesir, berdasarkan perjanjian dengan perusahaan Mesir, Duelfenos untuk mensuplai Mesir dengan volume gas hingga mencapai 64 milyar kubik persegi, untuk periode 10 tahun mendatang, dimulai dari tahun depan, dalam perjanjian yang nilainya mencapai USD 15 miliar.

Pasca penyelesaian seluruh proses pembelian saham, perusahaan Delek dan Noble akan mulai menggunakan pipa-pipa perusahaan EMG untuk memompa gas dari ladang Tamar pada tahap awal, di kuartal pertama tahun mendatang. Setelah itu baru dari ladang Leviathan pada akhir tahun 2019 menuju ke Arish Mesir.

Sejalan dengan penandatanganan perjanjian tersebut, Delek Kidouham dan Nobel Energy menandatangani prinsip-prinsip perjanjian dengan perusahaan Mesir yang memiliki bagian pipa-pipa antara dua kota Aqabah Yordania dan Arish Mesir. Ini untuk memberikan kepada dua perusahaan Amerika dan Israel tersebut akses ke sistem transportasi gas Mesir, melalui penggunaan pipa-pipa yang menghubungkan ke negara-negara Arab, dari titik permulaan sistem Mesir di Aqabah.

Berdasarkan perjanjian itu, telah dilakukan pembatalan tuntutan hukum antara dua perusahaan Mesir dan ‘Israel’, setelah pengadilan Mesir menetapkan, pada awal tahun ini, bahwa perusahaan gas Mesir membayar kompensasi kepada perusahaan EMG, yang nilainya mencapai USD 1.03 milyar.

Perlu dicatat bahwa perusahaan EMG, yang didirikan dan dipimpin oleh Hussein Salem, setelah penjualan yang tidak jelas pada tahun 2008, dimana dia tiba-tiba mengumumkan bahwa ia telah menjual seluruh sahamnya kepada BPT, perusahaan energi Thailand, dengan kemitraan bersama dengan pengusaha ‘Israel’-Amerika, Sam Zell.

Sekarang Perusahaan Minyak Negara Mesir memiliki 68.4 persen kepemilikan dalam perusahaan EMG. Dan perusahaan Marhap memiliki 25 %, dan perusahaan Amerika Amyal-Israel memiliki 6.6 % kepemilikan. Dan dua perusahaan yang terakhir adalah milik pengusaha ‘Israel’ dan mantan perwira intelejen Mossad, yaitu Yousef Mayman. Perusahaan itu beroperasi di zona bebas, yang ekslusif di Alexandria.

Perjanjian tersebut terkandung juga didalamnya kesepakatan perusahaan EMG untuk mengakhiri persidangan dengan Mesir dan pembatalan dakwaan oleh Kairo, yang terkait dengan pembatalan perjanjian gas dengan ‘Israel’ beberapa tahun sebelumnya, seperti yang dilaporkan oleh perusahaan Delek Drilling dalam keterangannya (i7).

——————————–

Sumber: www.arab48.com, terbit: 27/09/2018 – 15:00.

,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *