Perjalanan Menuju Gaza, Rombongan Komisi I DPR Tiba di El Arish

Rombongan delegasi Komisi I DPR yang akan ke Gaza telah sampai di Kota El Arish. Dari kota dekat wilayah perbatasan ini, waktu tempuh menuju Gaza tinggal sekitar satu jam.

Rombongan Komisi I DPR, Rabu (28/11/2012), melanjutkan perjalanan menuju Gaza dari Kairo setelah bertemu Liga Arab sekitar pukul 13.00 waktu setempat. Perjalanan dilakukan melalui jalur darat dengan konvoi dua mobil dan bus.

Anggota Komisi I DPR yang termasuk dalam rombongan adalah Mahfudz Siddiq (Ketua Komisi I DPR/PKS), Mustafa Kamal (anggota/PKS), Muhammad Najib (anggota/PAN), Yorrys Raweyai (anggota/Golkar), Meutya Hafid (anggota/Golkar), Yahya Sacawirya (anggota/PD), dan Effendi Choirie (anggota/PKB). Mereka ditemani oleh Dubes RI untuk Mesir, Nurfaizi Suwandi. Anggota rombongan lainnya adalah jurnalis dan staf KBRI.

Konvoi ini dikawal oleh dua mobil Polisi Mesir yang berada di depan dan belakang barisan konvoi. Mobil polisi yang digunakan berjenis mobil bak yang diberi penutup. Masing-masing mobil diisi oleh lima orang personel polisi Mesir.

Di mobil polisi, terdapat dua personel yang berada di kabin depan, sedangkan tiga polisi lainnya berada di bagian belakang. Tiga polisi yang berada di belakang masing-masing menghadap ke kanan, kiri dan belakang. Tiap personel bersiaga menenteng senjata jenis AK-47.

Posisi kendaraan dalam konvoi itu berturut-turut adalah mobil polisi, mobil yang berisi staf KBRI Mesir, mobil yang membawa Dubes Indonesia untuk Mesir, bus yang membawa rombongan Komisi I DPR, bus kosong yang dipersiapkan untuk membawa delegasi lain dari Indonesia, dan mobil polisi lainnya.

Sepanjang perjalanan menuju El Arish dari Kairo, rombongan harus melewati lima pos pemeriksaan atau checkpoint. Namun, karena dikawal polisi Mesir, tak ada pemeriksaan berarti di tiap checkpoint tersebut.

Hamparan padang pasir menghiasi pemandangan selama perjalanan. Ketenangan kehidupan desa-desa di Mesir yang terlihat sepanjang perjalanan seolah tak menunjukkan adanya pergolakan politik di negara itu. Padahal, di waktu yang sama sedang berlangsung demonstrasi antipemerintah besar-besaran di Kairo.

Beberapa kamp militer terlihat selama perjalanan. Berdasarkan pengamatan, terdapat dua camp yang dilengkapi dengan alat persenjataan berat termasuk sejumlah tank dan mobil militer. Perjalanan itu juga melewati Terusan Suez.

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih lima jam, rombongan tiba di Swiss In Hotel & Resorts Kota El Arish sekitar pukul 18.00 waktu setempat. Di hotel itu, aroma militer sangat terasa.

Di depan hotel, terdapat empat tentara Mesir yang juga membawa senjata jenis AK-47. Selain itu, terdapat mobil lapis baja tak jauh dari hotel. Sedangkan di halaman hotel, terdapat besi perintang kendaraan yang ditanam di aspal jalan masuk dan keluar hotel.

Suasana di sekitar El Arish sudah agak sepi. Rombongan memang tiba saat hari sudah malam. Di Mesir, pukul 17.00 langit sudah mulai gelap. Mungkin juga suasana sepi karena warga El Arish sudah berlindung di dalam rumah dari suhu yang memang agak dingin, sekitar 15 derajat Celcius.

Swiss In Hotel dan Resorts malam ini tampak ramai oleh warga negara Indonesia. Di lobi, selain rombongan DPR, terdapat beberapa orang Indonesia lain yang merupakan relawan dari lembaga amal Indonesia.

Hotel ini sebenarnya cukup ideal sebagai tujuan wisata karena lokasinya yang berada di pantai Laut Mediterania. Pantai yang berada dekat hotel ini memang terkenal keindahan pemandangannya. Namun banyaknya personel militer tak urung memberi suasana lain yang membuat diri merasa waspada.

Rombongan Komisi I DPR bermalam di hotel ini. Kemudian Kamis (29/11) keesokan harinya, rombongan akan melanjutkan perjalanan ke Raffah untuk kemudian menuju Gaza. Raffah adalah wilayah perbatasan untuk mengurus administrasi yang harus dilalui sebelum masuk ke Gaza.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *