Peringatan Terhadap Penyerbuan Al-Aqsha di Hari Raya “Purim”

Yerusalem Jajahan – Organisasi Islam – Kristen Bela Yerusalem dan Situs-situs Suci mengeluarkan peringatan terhadap ajakan “Organisasi Haikal” kepada para pendukungnya dari kalangan pemukim (Yahudi) untuk turut serta dalam penyerbuan secara besar-besaran terhadap Masjid Al-Aqsha pada hari Kamis besok (21/03), untuk merayakan apa yang disebut sebagai hari raya “Purim”.

Organisasi tersebut menegaskan di dalam pernyataannya, pada hari Rabu (20/03) bahwa “penyerbuan terhadap Masjid Al-Aqsha merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap tempat-tempat ibadah dan kesuciannya, sebagaimana penjajah juga melarang jamaah sholat mencapai tempat-tempat suci untuk melaksanakan sholat di dalamnya. Ini merupakan bentuk pelanggaran yang berbahaya terhadap kebebesan beribadah dan hak untuk melaksanakan syiar-syiar keagamaan yang dijamin oleh semua undang-undang dan resolusi internasional khususnya undang-undang internasional HAM”.

Dijelaskannya bahwa penyerbuan tersebut yang diikuti secara resmi oleh berbagai kementerian di dalam pemerintahan penjajah memberikan legitimasi resmi bagi para pemukim (Yahudi) dari pemerintah itu untuk melakukan serbuan harian ke Masjid dari satu sisi, dan mendorong mereka untuk menodai kesucian Masjid dari sisi lain.

Patut dicatat bahwa dalam penyerbuan ini akan ambil bagian “Organisasi Wali Amanat Haikal”, dan “Organisasi Wanita Bela Haikal”, dan “Organiasi Pelajar Bela Haikal”, dan “Institut Haikal Ketiga”, dan para rabi dari “Kiryat Arba”, dan sebagian tokoh-tokoh penjajah berikut partai-partainya dan para menteri di dalam pemerintahan penjajah.

Militer Israel kemarin telah mengumumkan ketetapan menurunkan barisan keamanan secara menyeluruh di Tepi Barat yang dijajah, dan penutupan gerbang perbatasan di Jalur Gaza selama berlangsungnya Hari Raya “Purim”.

Penutupan akan berlaku sejak hari Rabu hingga Sabtu dimana gerbang perbatasan akan kembali dibuka dan masa penutupannya berakhir.

Selama masa penutupan gerbang tersebut, warga Palestina yang mengantongi izin juga dilarang memasuki daerah-daerah yang dijajah sejak tahun 1948, berdasarkan aturan militer ‘Israel’. Demikian juga warga Palestina dilarang untuk keluar ataupun masuk dari dan menuju Tepi Barat dan dari jalur perbatasan Gaza, dalam tempo waktu yang sama. (i7)

——————-

Sumber: www.palinfo.com, terbit: 20/03/2019, jam: 01: 07: 30 siang. (

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *