Pergerakan Yahudi Kecam Keputusan Trump tentang Al-Quds

aspacpalestine.com – Kairo. Gerakan Jewish Voice for Peace (JVP) mengecam keputusan Trump pada hari Rabu (6/12/2017), terkait segera memindahkan kedutaan Amerika Serikat (AS) ke Al-Quds, sebagai langkah untuk mengakui Al-Quds adalah ibukota Israel.

Gerakan Yahudi ini menyatakan bahwa langkah Trump bertentangan dengan hukum internasipnal dan sebuah upaya jelas oleh Israel dan AS untuk mengkonsolidasikan aneksasi Israel atas tanah Palestina. Ini merupakan langkah ceroboh dan akan membahayakan kehidupan orang-orang Palestina dan Israel di wilayah tersebut.

Menurut laporan Yahudi, sejak Israel secara sepihak mencaplok setengah bagian timur Al-Quds pada tahun 1967, masyarakat internasional mempertimbangkan bahwa wilayah tersebut merupakan wilayah jajahan. Dengan mengakui Al-Quds sebagai ibukota Israel, Trump telah menyetujui kebijakan Israel mengenai pemindahan kekuasaan dan pemindahan paksa. Selanjutnya, keputusan ini membahayakan hak dan kehidupan orang-orang Palestina dan menghancurkan harapan-harapan untuk perdamaian, yang didasarkan oleh asas permasaah dan kebebasan setiap orang di negara tersebut.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Al-Quds adalah rumah untuk berbagai orang-orang dengan beragam keyakinan dan agama. Lebih dari 40 persen diantaranya adalah orang-orang Palestina. Tidak membatalkan langkah ini menunjukkan bahwa AS dan Israel berkolusi untuk melanggar hak orang-orang Palestina dan menyabotase berbagai kemungkinan yang nyata untuk kesepakatan yang adil.

Presiden AS Donald Trump secara resmi mengakui Al-Quds sebagai ibukota Israel, Rabu (6/12/2017). Pengakuan tersebut disampaikan melalui pidato dari Gedung Putih, Washington DC.

 

Sumber: egypttoday.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *