Penyerbuan ke Al-Aqsha dan Intervensi Yordania untuk Hentikan Langkah-langkah Baru Israel

Otoritas Penjajah Zionis menangkap Abdullah Abu Talib, Kepala Penjaga di Masjid Al-Aqsa dan kemudian membebaskannya (Al-Awqaf)

 

Puluhan pemukim Israel menyerbu Masjid Al Aqsa sebelum zuhur hari ini (18/06). Ini adalah untuk kali yang pertama sejak adanya suspensi penyerbuan yang berlangsung sekitar dua pekan. Sementara Otoritas Penjajah telah menerapkan langkah-langkah baru yang mempengaruhi kedaulatan masjid dan statusnya sehingga mendorong intervensi Yordania.

Menurut sumber dari Departemen Wakaf Islam, 103 orang pemukim Zionis telah menyerbu masjid sebelum ditutupnya gerbang “Al-Maghariba”, dimana dari arah gerbang ini mereka menyerbu masjid pada sekitar jam 11.30 sebelum zuhur waktu setempat.

Serangan ini merupakan yang pertama kalinya setelah sempat terhenti di hari-hari terakhir bulan suci Ramadhan.

Menurut sumber-sumber tersebut, pasukan Penjajah menangkap – bersamaan dengan penyerbuan itu –  Abdullah Abu Thalib, Kepala Bagian Keamanan di Masjid Aqsa dari tempat kerjanya di masjid sebelum membebaskannya kembali beberapa waktu kemudian.

Dalam perkembangan yang digambarkan oleh bagian keamanan masjid sebagai berbahaya, dijelaskannya bahwa Penjajah telah mencegah satu-satunya penjaga, untuk melanjutkan tugas seperti biasanya yaitu berada di dekat sekelompok pemukim Zionis yang menyerbu Masjid dan memantau pergerakan mereka,

Firas Al-Dabs, Kepala Bagian Humas dan Media Departemen itu mengatakan bahwa pasukan Penjajah telah mendirikan pagi ini pos pengawasan militer di atas permukaan aula gerbang “Al-Rahmah” di dalam tanah suci Masjid Al-Aqsha yang diberkahi, dan itu adalah tempat yang dikhususkan peruntukannya bagi penjaga Masjid Al-Aqsha.

Firas mengatakan bahwa gerbang “Al-Rahmah” telah menyaksikan sejak pagi hari itu beberapa perkembangan, antara lain: pencegahan penjaga yang berada di atas kubah yang merupakan pagar dinding tertinggi wilayah gerbang Al-Rahmah dan, dan menahan mereka di suatu tempat dan dilarang bergerak dari tempat itu. Juga menangkap Abdullah Abu Thalib. Kepala Bagian Penjaga secara Brutal selama berjam-jam sebelum dia dibebaskan.

Berdasarkan perkembangan tersebut, Departemen Wakaf Islam menyatakan telah melakukan serangkaian kontak dengan otoritas terkait di Yordania yang berefek terhadap dibebaskannya Kepala Bagian Penjagaan masjid dan ditariknya pos militer di gerbang “Al-Rahmah” dan dihentikannya aksi yang menyusahkan para penjaga Masjid.

Menurut pernyataan dari departemen Pengawasan terhadap Urusan Masjid Al-Aqsa yang berada di bawah Kementerian Agama atau Wakaf Yordania, bahwa ada beberapa pihak yang khusus di Yordania untuk memantau urusan terkait penjagaan kepada Masjid Al Aqsa dan tidak menerima kompromi dalam menjalankan tugas dan penjagaanya. (i7)

Sumber: www.aljazeera.net, terbit: 18/06/2018.

, , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *