Penjajah Zionis Umumkan Turut Resmikan Sinagog di Mesir.

Sinagog Eliyahu Hanavi diAlexandria [Wikipedia]

Pada hari Jumat terungkap bahwa Kementerian Luar Negeri negara Penjajah Zionis menerima undangan dari komunitas Yahudi di Mesir untuk turut serta dalam peresmian sebuah sinagog di Alexandria, akhir bulan ini.

Penjajah Zionis telah menahan diri dari memprotes Mesir, pasca Mesir mengecualikannya dari menghadiri sebuah acara Yahudi yang diadakan Jumat ini di Alexandria.

Pada hari Jumat, Menteri Purbakala Mesir secara resmi membuka Sinagog Eliyahu Hanavi di Alexandria, setelah dilakukan renovasi belakangan ini.

Mesir telah mengundang 25 duta besar asing ke dalam upacara pelantikan itu, termasuk duta besar negara-negara Arab. Namun, pihaknya belum mengundang perwakilan dari kedutaan Penjajah Zionis, dan karenanya tidak ada perwakilan atas nama negara Zionis itu yang menghadiri upacara tersebut. Pihak berwenang Mesir juga mengundang 25 orang dari komunitas Yahudi di Alexandria.

Salah satu alasan yang mendorong Penjajah Zionis menahan diri dari protes, adalah bahwa komunitas Yahudi di Alexandria akan mengadakan upacara pelantikan sinagog di kemudian hari, dengan keikutsertaan perwakilan negara Penjajah Zionis. Kementerian Luar Negeri Penjajah Zionis menjawab: “Kedutaan besar ‘Israel’ di Kairo akan menghadiri upacara pembukaan yang akan diadakan nanti.”

Sinagog Eliyahu Hanavi terletak di Jalan Nabi Daniel di pusat kota Aleksandria, Mesir utara, dan dianggap sebagai salah satu sinagog tertua dan paling terkenal di Alexandria, yang dibangun pada 1354. Sinagog itu dibom saat Prancis menyerang Mesir, di bawah perintah Napoleon Bonaparte. Namun, komunitas Yahudi membangun kembali sinagog itu pada tahun 1850, setelah keluarga Muhammad Ali Pasha mengizinkan mereka untuk melakukannya.

Pada tahun 1948, sinagog itu dirancang ulang dan dibangun kembali oleh arsitek Italia Leon Brasilon, dengan tampilan yang mirip dengan sebuah katedral Eropa yang megah. Namun, tahun itu, sejumlah besar pemeluk Yahudi Mesir meninggalkan negara itu menuju negara Penjajah Zionis, pasca berdirinya pada tahun yang sama. Setelah ini, bangunan itu mulai tidak terawat dengan baik, karena dimakan waktu dan rembesan air dari atapnya.

Tiga tahun lalu, Kementerian Purbakala Mesir mensupervisi renovasi sinagog itu, dengan biaya pemerintah Mesir, yang mengalokasikan anggaran $ 4 juta bagi pekerjaan renovasi itu.

Sinagog itu dapat menampung 700 orang, dan memiliki sebuah perpustakaan, yang terdiri dari sekitar 50 salinan kuno Taurat dan koleksi buku-buku lain, beberapa diantaranya berasal dari abad ke lima belas (i7).

———–

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 11 Januari 2020 jam 10:58 pagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *