Penjajah Zionis Tunda Aneksasi Tepi Barat

Penjajah Zionis telah menunda rencana kontroversialnya untuk menganeksasi beberapa bagian Tepi Barat, kata Menteri Kerjasama Regional negara itu Rabu (01/07), Anadolu melaporkan.

Aneksasi “pasti akan terjadi pada bulan Juli,” tetapi harus dilakukan bermitra dengan AS, kata Ofir Akunis kepada Army Radio.

Aneksasi “hanya akan terjadi pasca deklarasi oleh [Presiden AS Donald] Trump,” tambahnya.

Aneksasi sudah dijadwalkan untuk diumumkan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada hari Rabu kemarin.

Namun, posisi Netanyahu mengalami ketidakpastian mengingat penolakan internasional yang luas terhadap rencana tersebut bersamaan dengan adanya beberapa perselisihan dengan pemerintah AS dalam penerapannya.

Pada tahun 2017, Trump mengakui Al Quds (Yerusalem) sebagai ibu kota negara Penjajah Zionis, dan pada tahun 2019, Dataran Tinggi Golan sebagai milik negara Penjajah Zionis. Kedua pengakuan tersebut mendapat kritik luas dari seluruh dunia.

Didorong oleh proposal Trump yang disebut “Deal of the Century”, Mei tahun ini Netanyahu mengumumkan bahwa Penjajah Zionis akan secara resmi menganeksasi Lembah Jordan dan semua blok pemukiman di Tepi Barat.

Tepi Barat, termasuk Al Quds (Yerusalem) Timur, dipandang sebagai wilayah jajahan di bawah hukum internasional, sehingga menjadikan semua pemukiman Yahudi yang berdiri di sana – serta aneksasi yang direncanakan – adalah ilegal.

Para pejabat Palestina telah mengancam untuk menghapuskan perjanjian bilateral dengan negara Penjajah Zionis jika aneksasi itu dilanjutkan, yang selanjutnya akan merusak solusi dua negara.

Turki dan banyak komunitas internasional tidak mengakui kedaulatan negara penjajah Zionis atas wilayah-wilayah yang dijajah sejak 1967.


Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 1 Juli 2020 pukul 19:25.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *