Penjajah Zionis Tangkap Saudara Tahanan Palestina yang Tewas di Penjara

Tahanan Politik Palestina Sami Abu Diak meninggal dunia di dalam penjara akibat pelalaian medis pada tanggal 19 November 2019 [twitter]


Pasukan Penjajah Zionis menangkap saudara laki-laki Sami Abu Diak, seorang tahanan politik Palestina yang menderita kanker dan meninggal pekan lalu saat berada dalam tahanan Penjajah Zionis, demikian seperti dilansir oleh kantor berita resmi Palestina Wafa.

Setelah invasi di kota Sielet ath-Thaher, tempat di mana keluarga besar Sami Abu Diak berasal di selatan kota Jenin Tepi Barat yang dijajah, para tentara Zionis dilaporkan menembakkan banyak bom gas dan granat sebelum menggerebek rumah keluarga Abu Diak.

Saat menggeledah rumah Abu Diak dengan kejam, para prajurit merusak barang-barang milik keluarga itu dengan dalih mencari-cari sesuatu.

Ragheb, salah seorang anggota keluarga Abu Diak, mengatakan kepada Wafa bahwa seluruh anggota keluarga itu diinterogasi selama beberapa jam setelah disandera di dalam satu ruangan.

Dia juga mengatakan Shalah, saudara laki-laki Sami, ditahan tanpa dijelaskan alasan apapun atas penahanannya.

Samer, saudara laki-laki Sami yang lain, adalah seorang tahanan politik yang menjalani hukuman seumur hidup dan menderita berbagai komplikasi kesehatan di klinik penjara Ramla, demikian seperti dilansir oleh International Middle East Media Center.

Sami Abu Diak meninggal di rumah sakit Asaf Harofeh negara Penjajah Zionis setelah menderita kanker usus selama tiga tahun. Dia ditangkap oleh Penjajah Zionis pada tahun 2002 dan dijatuhi hukuman tiga tahun plus 30 tahun. Selama dalam penjara, dia menjalani beberapa kali operasi yang membuatnya menderita gagal ginjal dan paru-paru, demikian seperti dilaporkan oleh Komisi Penjara Palestina.

Setelah ditolak bebas atas dasar belas kasihan untuk bisa tinggal bersama keluarganya, dalam pesan terakhirnya dari penjara sebelum ajal menjemputnya, Sami menulis:

“Bagi mereka yang masih memiliki hati nurani, saya kini menjalani hari demi hari dan detik demi detik menjelang ajal menjemput. Tidak ada yang lebih saya inginkan daripada menghabiskan sisa waktu ini selain berada dekat dengan ibunda saya; berada di antara orang yang saya cintai.  Saya ingin menghembuskan nafas terakhir saya di dalam pelukan ibunda; Saya tidak berharap meninggal dalam keadaan terborgol dan terbelenggu …

Kematiannya melengkapi 221 orang jumlah tahanan Palestina yang telah meninggal di penjara-penjara Penjajah Zionis sejak 1967.

Menurut Addameer, sebuah kelompok HAM tahanan Palestina, saat ini ada 5.250 tahanan di penjara-penjara Penjajah Zionis, termasuk 205 anak-anak dan 44 wanita.

Biro Statistik Pusat Palestina menyatakan ada sekitar satu juta kasus penahanan warga Palestina yang terjadi sejak tahun 1948 (i7).

————– Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 2 Desember 2019 pukul 14:04

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *