Penjajah Zionis Tangkap 5 Warga Finlandia di Gaza

Polisi Penjajah Zionis Kamis malam (17/01) telah menangkap seorang anggota parlemen Finlandia, dan empat aktivis lainnya, karena diduga berusaha melintasi pagar yang memisahkan perbatasan Jalur Gaza dan daerah Palestina yang dijajah.

Menurut beberapa media berbahasa Ibrani, polisi menahan anggota parlemen Finlandia Anna Kuntala dan aktivis Finlandia lainnya, yang dituduh mencoba melintasi pagar, dengan maksud memprotes krisis kemanusiaan yang terjadi di Jalur Gaza.

Polisi menuduh bahwa anggota parlemen dan para aktivis tersebut mencoba merusak pagar pemisah.

Di pihak lain Komite Nasional Tertinggi Pawai Kepulangan dan Pemecah Blokade mengutuk penangkapan para aktivis internasional yang menentang blokade  saat mereka sedang berusaha mencapai perbatasan kota Khan Yunis di selatan Gaza.

Komite tersebut  mengatakan: “Kami umumkan solidaritas kami terhadap para aktivis internasional yang ditangkap oleh pasukan penjajah di pagar pemisah, yang menjadi bagian dari kegiatan kampanye internasional Gaza 2020 untuk menghancurkan blokade.”

Ditambahkannya: “Pasukan penjajah menangkap, menyita paspor dan handphone, dan menginterogasi mereka, sebelum mendeportasinya pulang secara paksa.”

Otoritas meminta lembaga-lembaga kemanusiaan internasional untuk “melindungi warga asing yang melakukan aksi solidaritas dari penindasan pasukan penjajah Zionis.”

Komite itu mengajak “kepada warga asing yang melakukan aksi solidaritas dan lembaga kemanusiaan dan HAM agar terus mengorganisir berbagai kampanye internasional untuk menghancurkan blokade yang zhalim terhadap Jalur Gaza dari darat dan lautan dan menentang kebijakan penjajah Zionis yang rasis itu.

Penjajah Zionis memberlakukan blokade ketat terhadap Jalur Gaza sejak 2006. dimana semua gerbang perbatasan dan pelabuhan yang menghubungkan Gaza dengan dunia luar melalui Mesir atau wilayah Palestina yang dijajah sejak tahun 1948 dinyatakan ditutup, dengan pengecualian pembukaannya pada saat-saat tertentu bagi perlintasan beberapa orang tertentu dan beberapa jenis barang.

Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan berbagai badannya telah menyampaikan banyak permohonan yang memperingatkan tentang kondisi yang sedang terjadi di Gaza, dan situasi kemanusiaan yang sewaktu-waktu bisa meledak. Sebagaiamana komunitas internasional menyerukan urgensi pemberian bantuan kepada rakyat Palestina  dan mencegah melemahnya komitmen beberapa negara yang telah siap membantu mencari solusi bagi permasalahan kemanusiaan yang dihadapai rakyat Palestina (i7).

————-

Sumber: 16 Januari 2020, pukul 11:08.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *