Penjajah Zionis Larang Syeikh Ikrimah Shabri Bepergian

Oleh: Mohammed Mohsen Wedd

Yerusalem – Aryeh Deri, Menteri Dalam Negeri Israel Selasa sore (01/05) menandatangani perintah pengenaan tahanan rumah terhadap Ketua Organisasi Islam Tertinggi, Sheikh Ikrima Shabri, dan melarangnya untuk bepergian dan meninggalkan negara itu.

Menteri itu menyandarkan keputusannya pada Undang-undang Darurat Kolonial pada tahun 1948 dan Undang-undang “terorisme”, yang dibuat oleh Knesset tahun 2016, yang keduanya memberikan kekuatan kepada keputusannya dengan dalih keamanan.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Kemendagri, Deri telah mengambil keputusannya berdasarkan rekomendasi dari Dinas intelijen dan keamanan.

Menurut kementerian itu, Dinas Keamanan Umum “Shin Bet” telah memberikan informasi dan rekomendasi kepada pihak yang berwenang di Kementerian Dalam Negeri yang menyatakan bahwa Shabri menggunakan pergerakannya dan bepergiannya ke luar negeri untuk berpartisipasi dalam konferensi yang merugikan dan bersinggungan dengan keamanan negara, menurut penilaian Intelijen Israel. Dia dituduhkan memiliki hubungan dekat dengan tokoh-tokoh di dalam negeri dan luar negeri, yang melakukan aktifitas dan kegiatan yang di mata Israel dianggap sebagai “terorisme”.

Menurut dugaan sumber keamanan Israel, Sheikh Sabri memiliki kaitan erat dengan aktivis dan anggota gerakan Hamas di Turki dan beberapa negara di dunia, dan turut serta dalam melakukan “hasutan” secara terus menerus terhadap Israel.

“Dari informasi yang disajikan kepada saya, ada kekhawatiran nyata bahwa kepergian  Sabri ke luar negeri akan menjadi ancaman serius bagi keamanan nasional,” kata Deri.

Dia menambahkan bahwa “Saya juga baru-baru ini mencegah masuknya para aktivis boykot ke Israel. Saya melakukan pencegahan keluarnya orang-orang yang aktif di luar negeri melakukan penghasutan dan bekerja melawan negara.”

Otoritas Penjajah Zionis menggunakan senjata pencegahan ke luar negeri untuk menghukum warga Palestina, terutama tokoh-tokoh berpengaruh, dan mencegah mereka turut serta dalam acara yang mendukung Yerusalem dan Palestina.

Sementara itu, Syekh Shabri mengatakan bahwa dia dipanggil sore hari itu untuk penyelidikan di “Al-Muskubiyah Center” di Yerusalem, dan diserahkan kepadanya surat keputusan yang melarangnya melakukan perjalanan selama satu bulan dan dengan masa yang bisa diperbaharui. Dia menggambarkan bahwa keputusan itu tidak adil dan tidak beralasan (i7).

Sumber: www.aljazeera.net, terbit: 02/05/2018.

, , ,

About Kholid Abdullah

Kholid Abdullah bekerja sebagai tutor Bahasa Inggris dan Bahasa Arab di beberapa lembaga swasta. Selain mengajar, aktifitas harian yang rutin dilakukannya adalah melakukan alih bahasa dari media berbahasa Inggris dan Bahasa Arab untuk mengisi konten situs ASPAC (Asia Pacific Community for Palestine). Saat ini Kholid sedang menyusun sebuah ebook “Antologi Puisi & Nyanyian Perlawanan Palestina”. Untuk mengirim pesan kepadanya, bisa melalui email: interiorasap@gmail.com.
View all posts by Kholid Abdullah →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *