Penjajah Zionis Cegah Ahed Tamimi dan Keluarganya untuk Bepergian

 

Ramallah – Otoritas Penjajah “Israel” pada Kamis (06/09) mencegah gadis Palestina Ahmet al-Tamimi, ayahnya Basim dan ibunya Nariman untuk bepergian.

Basem Tamimi mengatakan kepada kantor berita Anadol bahwa keluarganya telah merencanakan untuk melakukan perjalanan ke negara-negara Eropa melalui Yordania untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang menyoroti gerakan perlawanan masyarakat dan pengalaman atas pemenjaraan oleh Otoritas Penjajah Zionis.

“Tanggal perjalanannya dijadwalkan Jumat pagi, tetapi Departemen Urusan Sipil (Pemerintah) Palestina menginformasikan kami bahwa ada larangan dari  “Israel” atas keberangkatan kami,” katanya.

Tamimi mengatakan bahwa Pemerintah Palestina tidak menyebutkan alasan atas pelaranganan yang menjadi landasan pihak “Israel”.

Ahed Tamimi telah berubah menjadi ikon perlawanan rakyat yang damai di Palestina, menyusul penangkapan dirinya dan ibunya oleh tentara “Israel” pada 19 Desember 2017.

Ahed telah beberapa kali muncul di media massa, saat sedang berhadapan dengan tentara dalam upayanya mencegah penangkapan atas saudara laki-lakinya dan beberapa orang warga Palestina lainnya.

Pada 29 Juli lalu, Otoritas Penjajah Zionis telah membebaskan dirinya beserta ibunya, setelah mereka ditahan selama hampir delapan bulan karena “menghalangi dan menyerang seorang tentara Israel.”

Pada tahun 2012, gadis Palestina tersebut telah menerima penghargaan  “Handala Courage Award” dari Kotamadya Basksehir Turki dan berjumpa dengan PM Turki kala itu, Recep Tayyip Erdoğan.

————————-

Sumber: www.palinfo.com, terbit 06/09/2018, jam 10:45:02 malam

,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *