Penjajah Zionis Buka Kembali Pintu-pintu Masjid Al-Aqsha

                                                                                                                                       Foto, sumber: Arab48

 

Pasukan Penjajah “Israel” Sabtu pagi (18/08) membuka kembali pintu-pintu Masjid Al-Aqsha yang diberkahi, setelah menguncinya di hadapan jamaah pada hari Jumat.

Ratusan jamaah melaksanakan sholat subuh berjamaah di dalam Masjid Al-Aqsha dan halamannya setelah dibukanya kembali.

Pasukan Penjajah Zionis Jumat (17/08) telah mengunci semua pintu-pintu Masjid Al-Aqsha, dan mengeluarkan semua jamaah shalat secara paksa, menghilangkan kesempatan mereka melakukan sholat maghrib dan sholat isya di dalamnya. Mereka juga melakukan aksi permusuhan kepada jamaah saat melaksanakan shalat Isya di depan pintu Al-Asbath dan mengusir merekaa secara paksa dari areal itu.

Pasukan Zionis itu mengejar para jamaah dan melarang mereka berada di halaman pintu Al-Asbath dan memaksa mereka untuk menarik diri keluar pagar Kota Tua Yerusalam dimana para jamaah itu mengulang-ulangi lafadz takbir. Lalu didirikan barikade besi di sekitar pintu-pintu utama untuk mencegah para jamaah masuk ke tempat itu.

Terjadi ketegangan dan kewaspadaan di barisan pasukan “Israel” di sekitar Masjid Al-Aqsha dan di dalam dan kota tua Yerusalem menyusul aksi penikaman yang terjadi di luar pintu Al-Majlis, dan mengakibatkan syahidnya Ahmed Muhameed dari Umm Al-Fahm.

Pasukan Penjajah Zionis menutup tiga gerbang Kota Tua dan melarang akses keluar-masuk dari pintu tersebut, sebagaimana mereka juga mengunci semua pintu-pintu Masjid Al-Aqsha, dan menyebarkan pasukan dalam jumlah besar di seluruh Kota Tua di Yerusalem.

Mufti Yerusalem, Sheikh Mohammed Hussein mengutuk penutupan pintu-pintu Masjid Al-Aqsa bagi kaum Muslimin oleh Penjajah Zionis, dan mengatakan: “Kami tidak menerima dalam kondisi bagaimanapun atas penutupan Masjid Al-Aqsa.”

Sementara itu, Gubernur Kota  Yerusalem, Adnan al-Husseini menegaskan bahwa penutupan Masjid Al-Aqsa adalah aksi yang dibuat-buat untuk menguasai Masjid dan mengusir orang-orang yang shalat dan melakukan berbagai aktivitas di dalamnya oleh pihak Penjajah.

Dia menjelaskan bahwa penutupan Masjid Al-Aqsha bukan dikarenakan aksi penikaman oleh seorang pemuda Palestina, tetapi dilakukan agar pasukan penjajah melakukan pekerjaan survey dan meletakakan berbagai peralatan di dalam masjid tanpa disadari oleh orang lain dengan cara mengusir semua jamaah yang melaksaakan sholat dan para petugas dan pekerja di Al-Aqsha.

———————

Sumber: www.palinfo.com, terbit: 18/08.2018, jam: 08:29:18 pagi.

, , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *