Penjajah Tutupi Wajah dan Adili Tamimi Diam-diam

Ramallah, 14-02-2018. Gadis Palestina, Ahed Tamimi, hadir di pengadilan militer Israel di Ofer, sebelah barat kota Ramallah, Tepi Barat, dalam sebuah sesi rahasia setelah hakim militer memutuskan bahwa sidang Tamimi harus tertutup dengan alasan bahwa dia masih di bawah umur.

Koresponden Al-Jazeera di Palestina, Najwan Samarain, melaporkan bahwa tujuan kerahasiaan pengadilan Tamimi adalah bahwa penjajah Israel ingin melindungi dirinya dari pandangan mata dunia saat dilanjutkannya persidangan gadis itu dan juga ibunya Nariman.

Keduanya ditangkap oleh negara penjajah dua bulan yang lalu, setelah sang gadis menampar salah seorang tentara untuk mengusirnya dari Rumahnya di desa Nabi Saleh di Tepi Barat.

Koresponden menambahkan bahwa negara penjajah tersebut merasa terganggu oleh kehadiran simpatisan Ahed Tamimi dalam jumlah yang amat banyak dan mereka yang tertarik dengan kasusnya dari kalangan wartawan dan diplomat.

Korensponden menunjukkan bahwa keluarga Ahed Tamimi dan pengacaranya telah setuju untuk menjadikan pengadilannya terbuka bagi umum, yang membantah argumen hakim tersebut untuk melakukan persidangan tertutup dengan alasan bahwa gadis tersebut masih merupakan anak di bawah umur.

Pengacara Ahed menggambarkan keputusan hakim tersebut sebagai langkah eskalatif untuk menutupi rincian persidangan terhadap gadis yang menyatakan penolakannya terhadap penjajahan Israel.

Pengacara Ahed menolak untuk menanggapi tuntutan terhadap kliennya sebagai aksi protes atas tidak diberikannya file penyelidikan sampai saat ini.

Sidang berikutnya diperkirakan akan berlangsung pada 11 Maret, dan pihak pengadilan pada sesi terakhir menolak untuk membebaskan Ahed dan memutuskan untuk memperpanjang penahanannya sampai akhir proses pengadilan sebagai pengabulan terhadap permintaan Jaksa Penuntut.

Pada tanggal 1 Januari, Perwakilan Militer Israel mengajukan dakwaan terhadap Ahed yang mencakup tuduhan menyerang perwira dan tentara Israel, serta menyerang dan melemparkan batu kepada pasukan Israel dalam lima insiden lainnya, menentang aksi tentara, berpartisipasi dalam kerusuhan dan menghasut orang lain untuk berpartisipasi.

Isu Ahed Tamimi mendapat perhatian internasional yang luas, terutama dari kalangan pembela hak asasi manusia, media dan kalangan diplomatik.

Hari ini, para ahli hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menyatakan keprihatinannya atas kasus tersebut dan telah menyerukan dalam masa persidangannya agar Ahed dalam kondisi bebas dan persidangan terhadapnya yang dijadwalkan berikut agar sesuai dengan standar hukum internasional.

Sebelumnya, ayah Ahed menyerukan kepada organisasi hak asasi manusia Arab dan internasional untuk mengajukan pengaduan kepada forum internasional terhadap Israel karena telah menangkap putrinya dan melakukan penindasan terhadap anak-anak.

Sejak penangkapannya, gadis tawanan ini telah menjadi ikon bagi rakyat Palestina dan simbol perlawanan rakyatnya. Dan telah diluncurkan puluhan kampanye solidaritas untuknya di banyak negara di dunia. Sebagaimana telah banyak tokoh politik, agama dan pembela HAM terkemuka di dunia yang menuntut pembebasannya (Aljazeera/i7).

——–

Keterangan foto:

Ahed Tamimi telah mempermalukan penjajah di hadapan dunia dari dalam pengadilan setelah mempermalukan sang penjajah dengan tamparan kepada salah seorang tentaranya dalam upayanya untuk mengusirnya dari halaman rumahnya (Reuters).

About Kholid Abdullah

Kholid Abdullah bekerja sebagai tutor Bahasa Inggris dan Bahasa Arab di beberapa lembaga swasta. Selain mengajar, aktifitas harian yang rutin dilakukannya adalah melakukan alih bahasa dari media berbahasa Inggris dan Bahasa Arab untuk mengisi konten situs ASPAC (Asia Pacific Community for Palestine). Saat ini Kholid sedang menyusun sebuah ebook “Antologi Puisi & Nyanyian Perlawanan Palestina”. Untuk mengirim pesan kepadanya, bisa melalui email: interiorasap@gmail.com.
View all posts by Kholid Abdullah →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *