Penjajah Israel Tutup Media dan Tangkap para Jurnalis

aspacpalestine.com – Palestina. Rabu dini hari (18/10/2017), pasukan penjajah melancarkan serangkaian penyerangan jauh ke wilayah otoritas Palestina. Langkah tersebut menjadi hal yang umum dilakukan Israel selama beberapa tahun terakhir. Mereka secara khusus menargetkan media-media, badan-badan media dan para jurnalis. Sebanyak 8 kantor cabang dari 3 perusahaan media yang berbeda diserbu dan disegel, dengan 2 jurnalis ditangkap.

Kantor-kantor yang dimiliki oleh Palmedia, Ram Sat dan Trans Media yang disewa oleh badan berita Al-Quds, Al-Aqsha serta Palestina hari ini telah menyiarkan peralatan-peralatan, komputer-komputer serta peralatan-peralatan penyiaran yang disita. Disamping itu, Kantor berita tersebut ditutup dengan pemberitahuan logam yang menyatakan, bahwa penutupan tempat tersebut telah diputuskan oleh komandan militer wilayah-wilayah Palestina terjajah. Israel berdalih bahwa penutupan dilakukan dengan dasar perusahaan media tersebut telah ikut serta menyebarkan hasutan. Mereka menutup tempat tersebut selama 6 bulan atau akan diberikan kepada sangsi lebih lanjut.

Disamping penutupan, pasukan penjajah menangkap para jurnalis dan pemilik trans media, Amer Mohammed al-Ja’abiri dan saudaranya Ibrahim. Ibrahim merupakan seseorang Direktur Administrasi di perusahaan yang sama.

Serangan tersebut datang setelah penutupan stasiun radio Manbar Al-Hurriya, Hebron. Stasiun radio ini beberapa waktu yang lalu juga ditutup oleh Israel dengan dalih hasutan.

Addamer mengecam keras tindakan tersebut. Lembaga tersebut menganggap bahwa hal itu merupakan sebuah pelanggaran terhadap hak kebebasan berekspresi orang-orang Palestina, pelanggaran terhadap hak menentukan nasib mereka sendiri dan sebuah penghinaan terhadap martabat dasar mereka. Meskipun, Israel melakukan usaha yang terbaik, penjajah Israel tidak mengerti bahwa membungkam para pembawa pesan (jurnalis dan kantor berita) tidak membungkam pesan tersebut.

                                                                          

Sumber: addameer.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *