Foto: Penjajah Bangun Pagar Maritim di Utara Gaza

Oleh: Mahmoud Mujadele

Kementerian Keamanan Penjajah Zionis sedang bekerja membangun pagar maritim baru yang berhadapan dengan tepi pantai untuk memagari pemukiman Yahudi dari Jalur Gaza yang terkepung. Pemukiman Yahudi yang biasa disebut dengan pemukiman “Gilav Gaza” itu dipagari dari laut yang diperkirakan “untuk mencegah ancaman keamanan” dan kemungkinan dilaksanakannya operasi lautan “Komandoz” oleh Hamas yang mentarget pangkalan militer “Zikkim”.

Divisi Konstruksi dan Teknik Sipil yang berada di bawah Departemen Keamanan “Israel”, dalam sebuah pernyataannya menjelaskan, bahwa pembangunan pagar maritim itu terdiri dari barikade yang kuat untuk memecahkan gelombang di samping pagar kawat berduri. Itu akan dibangun di seberang tepi pantai “Zikkim” yang berjarak beberapa kilometer dari utara Gaza. ”

Penjajah mengaku pagar maritim itu diperkirakan akan selesai dibangun pada akhir 2018. Dijelaskan bahwa proyek ini didukung oleh “berbagai teknologi canggih, yang dirancang untuk tahan terhadap perubahan kondisi laut dan menjadi yang pertama dari jenisnya di dunia” dan bahwa “itu akan menjadi bagian dari rencana keamanan” Untuk memperketat pengepungan di Jalur Gaza.

Dalam konteks ini, Menteri Keamanan Penjajah Zionis, Avigdor Lieberman menyatakan, dalam sebuah pernyataan bahwa “pagar yang unik ini akan mencegah secara efektif kemungkinan untuk menyusup ke Israel melalui laut.” Dia menganggap bahwa tirai penghalang ini sebagai “pukulan baru bagi Hamas yang akan membuat mereka kehilangan strategi baru mereka yang telah menyerap investasi dana dalam jumlah besar”. Tidak ada rincian lebih lanjut tentang proyek ini.

 

Disebutkan bahwa “Komandoz” laut yang berada di bawah Brigade Ezzedine al-Qassam, telah mentarget dua pangkalan “Zikkim” dan Angkatan Laut Israel. Dalam operasi yang tergolong pertama dari jenisnya itu dan salah satu kejutan yang paling penting oleh Al-Qassam, dalam pertempuran “Badai Yang Dimakan/ Karang Yang Teguh” melawan Penjajah Zionis tahun 2014.

 

                                      Keterangan foto: Bagian dari operasi “Komandos” (screen shot)

Di sisi lain, Penjajah Zionis terus membangun pagar kawat berduri di Jalur Gaza yang dikepung, termasuk pengokohannya diantaranya penghalang baru yang sangat besar di bawah tanah untuk mengalangi penyusupan terowongan oleh faksi-faksi perlawanan Palestina di Jalur Gaza

Pengumuman tentang pembangunan penghalang maritim ini keluar setelah beberapa minggu eskalasi yang dilakukan Penjajah Zionis dalam menindas para demonstran aksi damai dalam rangkaian Pawai Kepulangan Akbar. Dimana pawai ini telah berlangsung sejak 30 Maret lalu, dan terus berlangsung hingga tanggal 5 Juni mendatang. Dan pawai ini telah menjadi saksi kejahatan pasukan Penjajah yang melakukan pembantaian berdarah terhadap rakyat Palestina.

Telah dibunuh setidaknya 119 warga Palestina sejak 30 Maret lalu, dan ribuan warga lainnya menderita luka-luka menurut data dari Departemen Kesehatan di Jalur Gaza. Sementara tidak ada satupun tentara Israel yang luka atau terbunuh selama berlangsungnya aksi protes di sepanjang tepi pagar keamanan di timur jajahan yang terkepung, yang tidak disangkal oleh “Israel” yang membidik para demonstran secara langsung menggunakan peluru senapan dan dan tembakan artileri.

Hanya dalam sehari tepatnya tanggal 14 Mei Penjajah Zionis melakukan pembantaian terhadap warga Palestina, hingga menyebabkan syahidnya minimal 65 orang warga Palestina. Aksi pawai itu diikuti oleh puluhan ribu warga Palestina sebagai bentuk protes atas pemindahan kedutaan AS dari Tel Aviv ke kota Yerusalem yang dijajah. (i7)

—————-
Sumber: www.arab48.com, terbit: 27/05/2018, jam: 19:30.

 

, , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *