Pengadilan "Israel” Putuskan Bebas Bersyarat Bagi Warga Turki Ebru


Pengadilan militer Israel pada hari Rabu (11/07) mengeluarkan keputusan pembebasan bersyarat bagi warga negara Turki, Ebru Ozkan, dan menolak naik banding penuntut militer Israel atas keputusan itu.

Ebru Ozkan, wanita berkebangsaan Turki ini dibawa kembali ke pengadilan militer Ofer (di tengah Tepi Barat yang dijajah) setelah ditangkap oleh otoritas Israel di bandara Ben-Gurion pada 11 Juni, dalam perjalan kembali ke Turki setelah kunjungan tiga hari ke Yerusalem.

Pada hari Selasa, jaksa penuntut militer “Israel” mengajukan keberatan atas keputusan pengadilan militer yang membebaskan wanita berkebangsaan Turki itu.

Senin lalu, Pengadilan Militer Salem memutuskan untuk membebaskan Ozkan, dengan syarat pengawasan pengadilan yang mengikat.

Pada hari Ahad, pihak penuntut militer Israel menuduh Ozkan dengan empat tuduhan: “membantu Hamas, memberikan beragam pelayanan kepadanya, merusak sistem publik milik negara, dan memasukan uang ke negara itu dari pihak yang bermusuhan.”

Namun, Ebru menolak semua tuduhan itu dan menegaskan bahwa dia tidak memiliki hubungan dengan Hamas.

Pengacara Ozkan, Omar Khamassiyeh, mengatakan kepada Anadol hari ini bahwa Pengadilan Militer “Israel” Ofer, dekat Ramallah di Tepi Barat yang dijajah, telah menolak keberatan jaksa militer terhadap keputusan bersyarat untuk membebaskan kliennya.

Dia menambahkan bahwa keputusan bersyarat itu ditetapkan dengan jaminan dana senilai 15.000 shekel, menyita paspor Ozkan, dan keharusan melapor dua kali dalam seminggu ke kantor polisi terdekat dari tempat tinggalnya di “Israel” untuk tanda tangan.

Dia menjelaskan bahwa persidangan utama Ozkan dijadwalkan akan berlangsung tanggal 29 Juli mendatang. (i7)

———————

Sumber: www.palinfo.com, terbit: 09:40:34.

, , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *