Penduduk Gilav Gaza Tinggalkan Rumah Mereka Sebelum Pawai Kepulangan

Sejumlah besar penduduk  Gilav Gaza (pemukiman Yahudi) telah meninggalkan rumah mereka pada hari Kamis (29/03) untuk mengantisipasi berlangsungnya Pawai Kepulangan terbesar yang akan bergerak menuju pagar perbatasan pada hari Jumat ini. Warga Yahudi tersebut pergi menuju ke pusat-pusat kota sampai “pulihnya situasi keamanan di perbatasan”. Banyak warga Yahudi itu yang menyatakan keprihatinan mereka tentang situasi keamanan saat ini, yang mencerminkan kurangnya kepercayaan mereka terhadap kemampuan militer Israel dalam menghadapi kemungkinan ketegangan yang akan terjadi selama pawai berlangsung. Meski mereka tidak menyatakannya secara tegas, banyak dari mereka yang lebih memilih untuk merayakan hari raya Paskah Yahudi, yang akan dimulai hari ini, di rumah-rumah sanak keluarga atau hotel-hotel di pusat-pusat kota.

Salah seorang warga kibbutz Suva, yang terletak dekat dengan pagar perbatasan, berkata kepada TV Israel Channel-10 bahwa dia telah merubah rencana melangsungkan hari raya karena para tamunya takut untuk datang ke rumahnya, seperti yang diuangkapkannya: “Sanak saudara kami takut untuk datang ke sini karena situasi keamanan. Baru-baru ini, warga Palestina telah berhasil menyelinap masuk ke pagar perbatasan sebanyak dua kali. Dan situasi keamanan dalam beberapa bulan terakhir tidak membawa kepastian. Tidak ada orang yang mau anaknya berhadapan dengan bahaya semacam ini, dan ini adalah sesuatu yang sangat normal. “

Dia berkomentar tentang Pawai Kepulangan: “Saya kira pihak militer telah siap menghadapi situasi semacam ini. Akan tetapi apapun yang akan terjadi tidak bisa dituntut kepada siapapun baik dari pihak kami atau pihak mereka yang mana kemungkinannnya ini akan mengarah kepada ketegangan yang jauh lebih besar.”

 

Pihak Israel tidak menyembunyikan kegelisahannya terhadap aksi Pawai Kepulangan. Israel telah mengambil beberapa langkah untuk mengatasinya, termasuk ancaman dan intimidasi untuk melakukan pembantaian di satu sisi, dan upaya membujuk rakyat Palestina agar tidak berpartisipasi dengan cara  hasutan kepada para penyelenggara acara dan kepada Hamas di sisi lain. Israel juga mengedarkan pesan melalui perwakilan-perwakilannya dan media massa dengan tujuan tidak menerima tanggung jawab atas apa yang dilakukan terhadap rakyat Palestina Jumat ini.

 

Yang paling menghawatirkan Israel adalah sifat damai yang menghilangkan dalih bagi Israel untuk penggunaan senjata melawan para demonstran Palestina ini. Di mana ini tetap akan mengarahkan mereka untuk menggunakan kekuatan yang mempermalukan di depan dunia, dan ini adalah apa yang Israel sedang coba jauhi dengan cara mengintimidasi dan menakut-nakuti melalui pernyataan resmi Menteri Keamanan, Avigdor Lieberman, dan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel, Gadi Eisenkot, di mana mereka berdua telah mengatakan bahwa Israel akan menggunakan kekuatan mematikan untuk mencegah perlintasan pagar perbatasan (arab48/i7).

—-

Keterangan:

Foto1: Bagian dari persiapan Pawai Kepulangan (A.B.A.)

Foto:2: Pawai Motor yang berangkat dari Rafah menuju ke Timur Gaza

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *