Pemudi Palestina Tewas Ditembak Penjajah di Yerusalem Timur

 

Yerusalem jajahan – Pada hari Rabu pagi (30/01), Samah Zuhair Mubarak, pemudi Palestina berusia 30 tahun ditembak mati oleh tentara “Israel” setelah dia disangka mencoba melakukan penikaman terhadap penjaga pos pemeriksaan al-Za’im di timur Yerusalem yang dijajah.

Bulan Sabit Merah Palestina menegaskan bahwa tentara “Israel” menghalangi tim medisnya untuk bisa mencapai gadis itu dalam rangka memberikan pertolongan pertama dan membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, dimana Kementerian Kesehatan mengumumkan kematian gadis itu kemudian.

Saksi mata melaporkan kepada media massa  bahwa mereka mendengar suara tembakan di dekat pos pemeriksaan al-Za’im, yang terletak di pintu masuk ke kota Yerusalem Timur, di jalan yang mengarah ke pemukiman Ma’aleh Adumim di timur.

Menurut sumber media penjajahan, tidak ada tentara yang terluka akibat insiden itu.

Keluarga Al-Khalidi di Gaza, menjelaskan bahwa putri mereka almarhumah Samah telah meninggalkan Jalur Gaza sejak 5 tahun yang lalu. Saat ini dia tinggal di daerah “Um al-Sharayet” di Ramallah. Gadis ini adalah seorang penghafal Alquran, dan baru saja pulang dari Saudi Arabia dalam rangka menunaikan umrah 10 hari yang lalu.

Keluarga itu mengatakan: “Tentara penjajah mencoba menarik niqob atau cadar almarhumah. Tapi dia menolaknya untuk kemudian ditembak mati dengan darah dingin lalu dituduhkan bahwa almarhumah mencoba melakukan aksi penikaman.”

Pasukan penjajah “Israel” telah menerapkan metode penembakan langsung dari jarak dekat sejak tahun 2015, kepada warga Palestina yang dituduh terlibat aksi penikaman atau alasan lain, sehingga mengakibatkan terbunuhnya puluhan warga Palestina diantaranya adalah anak-anak dan banyak pemudi.

Abdel Nasser Farwana, tahanan penjajah yang telahl bebas dan pakar di bidang tahanan, mengatakan bahwa pasukan penjajah “Israel” sejak pemilihan legislatif, “Israel” pada Maret 2015, tercatat telah meningkatkan aksi pembunuhan di luar hukum terhadap mereka yang disangka menimbulkan ancaman dari warga sipil Palestina yang tidak bersenjata.

Farwana menambahkan bahwa terjadinya peningkatan yang berbahaya ini dalam bentuk pembunuhan dan eksekusi berdarah dingin di lapangan dan hanya semata-mata berdasarkan  kecurigaan, bukanlah hal yang kebetulan atau terjadi secara terpisah sendiri. Akan tetapi ini dilakukan bertahap tersistem oleh institusi “Israel” dan kaki tangan keamanan dan politik untuk mengintimidasi dan menakut-nakuti warga Palestina. (i7)

Dapatkan update informasi, kisah nyata, kajian, opini,  Khutbah Jumat, Hadits tentang Palestina secara regular dari www.aspacpalestine.com, melalui WAG link WAG: https://chat.whatsapp.com/7WEv7oeIx8X8ByEk2KmK2N

—————————–

Sumber: www.palinfo.com, terbit: 30/01/2018, jam: 11:16:24 pagi.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *