Pemerintah Baru Kolombia Akan Tinjau Keputusan Akui Palestina

 

Warga berkumpul untuk memprotes pengakuan Presiden AS Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibukota Israel, di depan Kedubes AS di Bogota Colombia pada 11 Desember 2017 [ Lokman Ilhan / Anadolu Agency]
Pemerintah baru Kolombia mengatakan akan meninjau pengakuan mantan Presiden Juan Manuel Santos terhadap Palestina setelah keputusan yang belum pernah dirilis sebelumnya diumumkan kepada publik pada Rabu, demikian dilansir oleh Reuters.

Presiden Ivan Duque menduduki jabatannya pada Selasa (07/08) dan diberitahu beberapa hari lalu mengenai keputusan Santos, yang dirinci di dalam surat 3 Agustus kepada perwakilan Palestina di Kolombia, kata Kementerian Luar Negeri.

“Mengingat kemungkinan kelalaian yang bisa terjadi tentang cara di mana keputusan ini diambil oleh presiden yang habis masa jabatannya, pemerintah akan dengan hati-hati memeriksa implikasi dan akan bertindak sesuai dengan hukum internasional,” kata Menteri Luar Negeri baru Carlos Holmes dalam sebuah pernyataan.

Santos memutuskan untuk mengakui Palestina sebagai sebuah “negara merdeka, berdiri sendiri dan berdaulat,” menurut surat itu, yang diedarkan kepada para wartawan oleh Kementerian Luar Negeri.

“Sama seperti rakyat Palestina yang memiliki hak untuk melembagakan negara merdeka, Israel juga memiliki hak untuk hidup damai bersama tetangganya,” kata surat itu.

Kedutaan Israel di Bogota mengatakan terkejut dan kecewa.

“Kami meminta pemerintah Kolombia untuk membalikkan keputusan yang dibuat oleh pemerintahan sebelumnya menjelang hari-hari terakhir masa jabatannya, yang bertentangan dengan kedekatan hubungan, kerjasama yang luas di bidang-bidang yang vital dan kepentingan kedua negara,” katanya dalam sebuah pernyataan yang diposting ke akun Twitter-nya.

Keputusan itu terungkap saat kunjungan duta besar Amerika Serikat untuk PBB Nikki Haley ke Kolombia. Dia menghadiri pelantikan Duque pada hari Selasa dan Rabu mengunjungi para migran Venezuela di kota perbatasan utara, Cucuta.

Amerika Serikat, sekutu dekat Israel, memiliki lebih banyak informasi terkait masalah itu dan tidak segera berkomentar tentang itu, kata misi AS kepada PBB.

“Kami berterima kasih kepada pemerintah Kolombia atas keputusan ini, dan kami yakin bahwa itu akan memberikan kontribusi yang signifikan untuk menghasilkan kondisi yang diperlukan dalam rangka mencari perdamaian di Timur Tengah,” kata wakil Palestina dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu.

Palestina telah diakui sebagai negara berdaulat oleh Majelis Umum PBB, Mahkamah Pidana Internasional dan setidaknya 136 negara.

Palestina berupaya mendirikan sebuah negara di Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem Timur, wilayah yang direbut Israel dalam perang tahun 1967.

Kolombia telah mengambil sikap abstain pada bulan Desember lalu dari pemungutan suara oleh 193 anggota Majelis Umum PBB dalam resolusi yang menyerukan agar Amerika Serikat membatalkan pengakuannya atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Presiden AS Donald Trump telah mengancam akan memotong bantuan keuangan kepada negara-negara yang mendukung resolusi itu. (i7)

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 09/08/2018, jam: 04:44 pagi.

, ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *