Pembekuan Dana Bantuan Pengungsi Palestina

Pembekuan Dana Bantuan Bagi Pengungsi Palestina

 

 

(16/01) Kementerian Luar Negeri AS secara resmi mengumumkan pembekuan 65 juta dari total 125 juta dolar AS dana bantuan kepada UNRWA. UNRWA adalah badan PBB yang didirikan terpisah untuk menangani pengungsi Palestina 70 tahun yang lalu. sementara UNHCR badan PBB lainnya didirikan untuk menangani pengungsi lainnya di seluruh dunia. Alasan pengkhususan ini adalah karena besarnya jumlah pengungsi Palestina yang tersebar di Tepi Barat, Yerusalem Timur, Jalur Gaza, Yordania, Lebanon dan Suriah, semua mencapai total lima juta orang. Untuk itu diperlukan penanganan logistik yang besar dan semua jenis bantuan yang mereka butuhkan. Sebelumnya,

 

(07/01) Times of Israel melansir pernyataan PM Netanyahu bahwa “Saya mempunyai sebuah saran sederhana yaitu dana bantuan UNRWA ditransfer secara bertahap kepada UNHCR, yang memiliki kriteria jelas dalam mendukung pengungsi sesungguhnya. Bukan status pengungsi palsu seperti yang dikelola UNRWA. Saya telah jelaskan kedudukan ini kepada Amerika Serikat. Ini adalah cara yang pantas untuk menutup UNRWA dan memastikan masalah pengungsi yang sebenarnya ditangani dengan baik.” Jika lembaga ini sampai ditutup karena kendala finansial yang dihadapinya saat ini, maka ada setengah juta anak-anak pengungsi Palestina yang tidak bisa bersekolah. Ada sembilan juta konsultasi kesehatan yang diberikan oleh dokter UNRWA setiap tahunnya akan berhenti, 1,7 juta pengungsi yang miskin kebutuhan dasar akan kehilangan bantuan makanan dan uang tunai, dan 40.000 pengungsi penyandang cacat akan terhenti dari bantuan yang diterimanya. Demikian juga aktifitas rekreasi bagi 200.000 anak-anak Palestina akan ditutup. Maka

 

Kamis (25/01) 25 selebriti dan publik figur termasuk diantaranya Hugh Grant, Viggo Mortensen, Gilian Anderson, Olivia Wilde, Emma Thompson dan Tilda Swinton mengungkapkan rasa horor mereka dan menandatangani kecaman atas keputusan Trump tersebut. Seperti yang dilansir oleh VoA, mereka menyatakan bahwa “Sasaran sebenarnya dari serangan mematikan ini adalah rakyat Palestina sendiri.’’ pernyataan bersama ini dirilis oleh Hoping Foundation, sebuah organisasi yang berkantor di London dan berfokus menangani anak-anak Palestina. “Keputusan itu diambil dengan tujuan jelas yaitu mempreteli hak-hak mereka (Palestina) dengan mempreteli institusi yang dituduh melindungi mereka.”

 

Sehari sebelumnya (24/01) pimpinan 21 organisasi kemanusiaan internasional telah menyurati Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Nikki Haley, Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson, Penasehat Keamanan Negara HR McMaster dan Menteri Pertahanan James Norman Mattis, mendesak AS agar membatalkan pembekuan dana bagi UNRWA. Presiden Organisasi Pengungsi Internasional Eric Schwartz, salah satu dari organisasi itu dikutip menyatakan bahwa “keliru untuk menghukum pemimpin politik dengan meniadakan penunjang kehidupan warga sipil. Ini merupakan kebijakan mengancam dari AS terhadap bantuan kemanusiaan internasional.”

 

Sebelumnya, (22/01) Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi, juga telah menyampaikan kepada Menteri Pertahanan AS James Matis di Jakarta agar tidak menghentikan bantuan kepada pengungsi Palestina. James Matis dikutip mengatakan tidak akan memotong dana bantuan untuk pendidikan dan kesehatan. Pemberian dana juga tetap akan dipertahankan terhadap kebutuhan wanita dan anak-anak. (19/01) menanggapi seruan Sekjen UNRWA yang menghimbau negara-negara di dunia memberikan bantuan kemanusiaan kepada Pengungsi Palestina, Belgia menyatakan komitmennya untuk memberikan 19 juta Euro (setara dengan 309 miliar rupiah) yang akan diberikan secara bertahap selama tiga tahun.

 

Berikut adalah data pengungsi Palestina dari situs www.unrwa.org yang akan terkena imbas pembekuan dana bantuan Amerika Serikat.

 

 

TEPI BARAT

 

Data 31 Desember 2016 terdaftar 809,738 pengungsi Palestina di 19 kamp pengungsian.

96 sekolah dengan 48.956 murid.

2 pusat pelatihan tehnik dan balai kerja.

3 pusat kesehatan dasar.

15 pusat rehabilitasi komunitas.

19 pusat program kewanitaan.

 

Berikut adalah data Kamp pengungsian di Tepi Barat: Aida Camp, Am’ari camp, Aqbat Jabr Camp, Arroub Camp, Askar Camp, Balata Camp, Beit Jibrin Camp, Camp No. 1 Camp, Deir ‘Ammar Camp, Dheisheh Camp, Ein el-Sultan Camp, Far’a Camp, Fawwar Camp, Jalazone Camp, Jenin Camp, Kalandia Camp, Nur Shams Camp Shu’fat Camp, Tulkarm Camp 

 

JALUR GAZA

Data 31 October 2016 terdaftar 1.3 juta (70 %) pengungsi dari total 1.9 juta penduduk Jalur Gaza

12.500 pegawai,

267 sekolah dengan 262.000 pelajar

21 pusat pengobatan,

16 kantor layanan sosial dan bantuan,

3 kantor keuangan mikro,

12 pusat distribusi makanan untuk 1 juta penerima

Kedelapan kamp pengungsian al: Beach, Bureij, Deir El-Balah, Jabalia, Khan Younis, Maghazi, Nuseirat, Rafah

 

 

SURIAH

Data 1 Januari 2011erdaftar 526.744 pengungsi Palestina di 9 kamp,

42 sekolah (76 sekolah tidak bisa digunakan krn rusak atau tidak dapat diakses atau dijadikan penampungan IDP.

43 sekolah digunakan hanya pada jam siang hari.

46.385 pelajar (prakiraan 10.000 murid UNRWA di Suriah tidak aktif bersekolah dan 10.000 pengungsi Palestina dari Suriah bersekolah di Libanon dan Yordania.

Pusat Pelatihan Damaskus 23 pusat kesehatan dasar (9 tidak bisa dipergunaka dan sudah dibangun 12 titik tambahan).

8 pusat rehabilitasi komunitas.

16 pusat program kewanitaan

 

Berikut ada 12 kamp pengungsian yang ada di Suriah: Dera’a Camp, Ein el Tal (kamp tidak resmi*), Hama Camp, Homs Camp, Jaramana Camp, Khan Dunoun Camp, Khan Eshieh Camp, Latakia (Kamp tidak resmi*) Neirab Camp, Qabr Essit Camp, Sbeineh Camp, Yarmouk (Kamp tidak resmi*)

 

YORDANIA

 

Data 1 Desember 2016 terdaftar 2,175,491 di 10 kamp resmi.

171 sekolah dengan 121.368 murid.

1 Fakultas Seni Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan.

2 Pusat Pelatihan Tehnik dan Balai Kerja.

25 pusat kesehatan dasar.

10 pusat rehabilitasi berbasis komunitas.

14 pusat program kewanitaan

 

Berikut adalah 10 kamp pengungsian di Yordania: Amman New Camp, Baqa’a Camp, Husn Camp, Irbid Camp, Jabal el-Hussein Camp, Jerash Camp, Marka Camp, Souf Camp, Talbieh Camp, Zarqa Camp.

 

LIBANON

 

Data1 Juli 2014 terdaftar 449.957 di 12 kamp.

69 sekolah dengan with 32.350 murid.

2 pusat pelatihan tehnik dan balai kerja.

27 pusat kesehatan dasar.

1 pusat rehabilitasi komunitas.

9 pusat program kewanitaan

 

Berikut adalah data 12 kamp pengungsi Palestina di Libanon: Beddawi Camp, Burj Barajneh Camp, Burj Shemali Camp, Dbayeh Camp, Ein El Hilweh Camp, El Buss Camp, Mar Elias Camp, Mieh Mieh Camp, Nahr el-Bared Camp, Rashidieh Camp, Shatila Camp, Wavel Camp.

 

Demikian Gambaran Kamp-Kamp Pengungsian Bagi pengungsi Palestina (yang terusir dari tanah terjajah 1948 dan keturunannya)

About Kholid Abdullah

Kholid Abdullah bekerja sebagai tutor Bahasa Inggris dan Bahasa Arab di beberapa lembaga swasta. Selain mengajar, aktifitas harian yang rutin dilakukannya adalah melakukan alih bahasa dari media berbahasa Inggris dan Bahasa Arab untuk mengisi konten situs ASPAC (Asia Pacific Community for Palestine). Saat ini Kholid sedang menyusun sebuah ebook “Antologi Puisi & Nyanyian Perlawanan Palestina”. Untuk mengirim pesan kepadanya, bisa melalui email: interiorasap@gmail.com.
View all posts by Kholid Abdullah →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *