Pejabat UEA Promosikan Normalisasi Resmi Dengan Penjajah Zionis

Menteri Negara Urusan Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA), Anwar Gargash, mengatakan hari Selasa (16/06), bahwa UEA bisa bekerjasama dengan Penjajah Zionis di beberapa bidang, sambil menyerukan untuk dibukanya saluran komunikasi dengan Penjajah Zionis. Ini merupakan konteks keinginan resmi UEA “yang nakal” menuju normalisasi.

Gargash menjelaskan kemungkinan membangun hubungan resmi dengan Penjajah Zionis, mengingat bahwa “adalah mungkin untuk bekerjasama dengan Penjajah Zionis dalam memerangi virus Corona yang baru dan bidang teknologi dan dalam rangka menghadapi Iran, meski adanya perbedaan politis antar kedua negara.”

Hal tersebut diungkapkan kepada pejabat Iran di hadapan konferensi Komite Yahudi Amerika AJC, yaitu kelompok yang peduli dengan kemajuan hak-hak Yahudi. Gargash mengatakan bahwa komunikasi dengan Penjajah Zionis adalah penting dan akan membawa hasil yang lebih baik dari jalan-jalan lain yang pernah ditempuh di masa lalu.

Gargash mengklaim bahwa “hubungan dengan Penjajah Zionis tidak akan mengubah sikapnya terkait penolakan terhadap pencaplokan tanah-tanah Tepi Barat,” sambil menyampaikan bahwa “solusi permasalahan ini harus menjadi solusi dua-negara”. Dia melanjutkan, “Kami menantikan wilayah yang lebih stabil dan solusi dari berbagai permasalahan yang luar biasa di meja perundingan dengan Penjajah Zionis.”

Terkait hubungan dengan Iran, Gargash mengatakan: “Kami tidak mencari peperangan dengan Iran, tetapi kami berharap bahwa Iran akan menerima undangan untuk bernegosiasi dan mengatasi masalah regional terkait dengan kebijakan mereka.” Dia melanjutkan, bahwa kesepakatan 2015 dengan Iran bukanlah yang terbaik bagi kawasan ini dan mereka prihatin dengan program-program rudal Iran dan dukungannya terhadap proksi-proksinya.

Patut dicatat bahwa seorang menteri UEA dan duta besar negaranya untuk Washington, Youssef Al-Otaiba, telah mengumumkan dalam sebuah artikel yang diterbitkan di surat kabar Yediot Ahronot Jumat lalu, keinginan UEA untuk menormalkan hubungannya dengan Penjajah Zionis. Dia telah menetapkan sejumlah pertimbangan lemah untuk membenarkan pendekatan semacam itu, yang sulit untuk diyakinkan, hingga sampai kepada seruan yang lemah antara “aneksasi atau normalisasi.”

Tampaknya Kementerian Luar Negeri Penjajah Zionis, yang dipimpin oleh Ketua Partai Kahul Lavan, Benny Gantz, ingin mempromosikan Kesepakatan Abad Ini yang ditolak oleh bangsa Arab, melalui artikel Al-Otaiba di surat kabar Penjajah Zionis dan mengklaim dalam komentarnya terhadap artikel tersebut bahwa “skema perdamaian Amerika merupakan titik awal dari perdamaian.”

Channel TV 13 Penjajah Zionis mengungkapkan bahwa miliarder Penjajah Zionis-Amerika, Haim Sabban, telah memberikan saran kepada Al-Otaiba terkait artikelnya yang diterbitkan di Yedioth Ahronoth. Menurut saluran itu, Al-Otaiba datang ke Sabban, sepuluh hari yang lalu, untuk berkonsultasi dengannya tentang cara mengirim pesan kepada publik Penjajah Zionis menentang aneksasi. Sebelumnya Al-Otaiba telah beberapa kali ikut serta dalam seminar Forum Sabban di Washington.

—————

Sumber:Arab48, terbit: 16 Juni 2020, jam 23: 49.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *