Pejabat Kuwait: “Sungguh Memalukan ! Rakyat Palestina Harus Hadapi Penjajah Zionis Sendirian”


Jubir Parlemen Kuwait, Marzouq Al-Ghanim, kemarin menyerukan agar negara-negara Arab, Islam dan internasional mengambil tindakan untuk menekan Penjajah Zionis pasca penyerangan jamaah di Masjid Al-Aqsa pada pagi hari raya Idul Adha.

Dalam sebuah pernyataan persnya, Al-Ghanim mengatakan: “Serangan brutal yang dilakukan oleh pasukan Penjajah Zionis terhadap para jamaah di halaman Masjid Al-Aqsa, pada pagi hari Idul Adha sekali lagi membuktikan runtuhnya seruan palsu bagi perdamaian, dan pengosongan proyek-proyek pemukiman Yahudi, dengan entitas penjajahan yang hanya mengerti logika penindasan dan kekerasan.

“Sungguh amat memalukan untuk membiarkan rakyat Palestina menghadapi musuh sendirian tanpa ada sama sekali dukungan dan dorongan,” katanya.

Al-Ghanim menambahkan bahwa “bangkit melawan entitas perampok ini adalah kewajiban agama dan bagian dari garis hidup kita. Jika perlawanan militer tidak bisa dilakukan, itu tidak mencegah dari mengambil tindakan dalam kehidupan sehari-hari pada tingkat politik, budaya dan hak asasi manusia melalui badan dan institusi negara-negara Arab, keislaman, dan tataran internasional.”

Al-Ghanim dikenal karena dukungannya terhadap Palestina dan penolakannya atas penyerangan negara penjajah Zionis terhadap rakyat Palestina dan situs-situs suci milik Umat Islam. Pada Oktober 2017 dia mengatakan kepada delegasi  negara Penjajah Zionis untuk meninggalkan konferensi Inter-Parliamentary Union (IPU) yang sedang berlangsung di Rusia.

“Anda harus mengemas tas anda dan keluar dari aula pertemuan setelah melihat reaksi parlemen terhormat dunia ini.”

“Keluar dari aula sekarang juga jika anda masih memiliki secuil bermartabat … Kalian adalah penjajah, pembunuh anak-anak.”

Dia melanjutkan: “Aku katakan ini kepada penjajah yang brutal, jika anda tidak merasa malu, maka berbuatlah semau hatimu.”

Beberapa hari setelahnya, dia pulang ke negeri Kuwait disambut sebagai pahlawan dan dipuji oleh Emir Kuwait Sabah Al-Ahmad Al-Sabah.

Shalat hari raya Idul Adha, merupakan sebuah perayaan yang dilakukan Umat Islam di seluruh dunia, dan dilakukan juga di Masjid Al- Aqsha pada hari Ahad lalu (11/08) tetapi dinodai oleh pemukim Yahudi yang menyerbu situs suci Umat Islam tersebut.

“Sejak pagi dini hari, lebih dari 1.729 pemukim Yahudi telah memasuki kompleks Al-Aqsha,” Firas Al-Dibs, juru bicara Dewan Wakaf Islam kota Baitul Maqdis menjelaskan dalam pernyataannya.

“Serbuan pemukim Yahudi itu didukung oleh pihak kepolisian negara Penjajah Zionis,” katanya.

Pasukan Penjajah Zionis menggunakan gas air mata, peluru berlapis karet, dan pentungan untuk membubarkan umat Islam supaya memberi jalan bagi orang-orang Yahudi untuk menyelesaikan ritual mereka di lokasi tersebut. (i7)

————

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 13 Agustus 2019 pukul 13:07.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *