Pejabat AS Kritik Penjajah Zionis Pasca Kunjungan ke Tepi Barat

Perwakilan Partai Demokrat AS, Andy Levin mengunjungi Tepi Barat yang dijajah pada hari Selasa, di mana dia mengamati bahwa pemerintah Penjajah Zionis melarang warga setempat untuk memperoleh air.

Perjalanan itu termasuk mengunjungi desa Susya, selatan Hebron, yang sudah seringkali menghadapi pembongkaran dalam 30 tahun terakhir dengan dalih dari Penjajah Zionis bahwa rumah-rumah di daerah itu dibangun tanpa memiliki izin yang seharusnya.

Hal itu amat memprihatinkan bagi pejabat AS tersebut hingga mendorongnya mengkritik Penjajah Zionis yang telah berulangkali meluluhlantakkan banyak bangunan milik warga Palestina di Susya yang harus kembali dibangun hingga beberapa kali.

Dalam akun twitternya dia menulis: “Kemarin, saya melakukan perjalanan ke Tepi Barat selatan, termasuk desa Palestina Susya, yang telah dihancurkan pemerintah Penjajah Zionis dua kali dan saat ini melarang hak warga untuk memperoleh air.”

Desa Susya yang sebagian besar terdiri dari tenda-tenda, dan tanpa air atau listrik, telah menarik perhatian internasional dalam beberapa tahun terakhir, demikian seperti dilansir the New Arab.

Levin menyaksikan bagaimana para pemukim Yahudi yang hidup tidak jauh dari lokasi tersebut diberikan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah, sementara warga Palestina tetap “bertahan” (dengan kondisi tanpa fasilitas).

Dia menyatakan: “Itu sangat luar biasa. Meskipun kondisi ini membuat saya marah, namun ketahanan penduduk desa Palestina meninggalkan kesan yang lebih kuat. ”

Eksistensi berbagai permukiman Penjajah Zionis  di Tepi Barat yang dijajah ini adalah ilegal berdasarkan hukum internasional..

Pada bulan Agustus, Levin adalah sekian dari antara banyak anggota Kongres AS yang mengutuk keputusan Penjajah Zionis yang melarang anggota Kongres wanita AS, Rashida Tlaib dan  satu orang lagi perwakilan dari Michigan, Ilhan Omar dari Minnesota mengunjungi negara Penjajah Zionis.

Mereka menjadi anggota Kongres AS yang pertama kali dilarang oleh Penjajah Zionis, dengan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan bahwa negara Yahudi itu akan menampakkan  “kelemahan besar” jika membiarkan mereka masuk.

Kedua perwakilan Demokrat sayap kiri ini telah berulang kali menyoroti ketidakadilan yang diderita rakyat Palestina di tangan pasukan Penjajah Zionis.

Beberapa hari kemudian, Tlaib yang berdarah Palestina itu diberikan izin untuk memasuki negara Penjajah Zionis untuk mengunjungi neneknya yang sakit dengan syarat dia tidak boleh ikut dalam kegiatan politik apa pun selama kunjungannya. Dia menolak tawaran itu.

Levin berkomentar saat itu bahwa “Ini adalah keputusan yang salah yang merusak aroma motivasi politik.”

“Keputusan ini menarik jahitan hubungan penting kedua negara kami dan membahayakan Penjajah Zionis dengan berupaya mempolitisasi dukungan Amerika bagi negara tersebut. Pemerintah Penjajah Zionis harus menolak taktik politik fanatik dari Presiden Trump, yang belakangan mengatakan bahwa kedua wanita anggota kongres tersebut harus ‘pulang’ ke negara mereka, dan memberikan izin perwakilan Tlaib dan Omar untuk memasuki negara itu untuk melakukan pekerjaan mereka.” (i7)

———–

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 8 November 2019 pukul: 12:45 siang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *