PBB Peringatkan 150 Perusahaan yang Beroperasi di Wilayah Terjajah

aspacpalestine.com – Jenewa. 2 pekan lalu, Komisioner Tinggi HAM PBB, Zaid bin Ra’ad al-Hussein mulai mengirim surat ke 150 perusahaan di Israel dan di seluruh dunia. Surat tersebut memperingatkan perusahaan-perusahaan masuk ke dalam “daftar hitam” perusahaan yang beroperasi di permukiman yang didirikan di wilayah Tepi Barat terjajah, termasuk Al-Quds dan bukit Golan terjajah.

Hal tersebut disampaikan ara pejabat Israel dan Diplomat barat mengatakan dalam perbincangannya dengan wartawan “Haarezt”. Menurut informasi yang telah sampai ke Israel, bahwa sejumlah perusahaan menanggapi surat yang dikirim oleh komisioner tinggi HAM PBB. Mereka mengatakan bahwa tidak berniat memperbarui kontrak yang ada dengan Israel atau menandatangi kontrak yang baru.

Maret 2016, Dewan Tinggi Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa mengodopsi RUU yang diajukan oleh otoritas Palestina dan negara Arab. Penetapan resolusi tersebut dilakukan saat Komisaris Tinggi membuat daftar hitam nama-nama perusahaan Israel serta internasional yang beroperasi langsung atau tidak langsung, di permukiman yang terletak di wilayah Tepi Barat, termasuk di Al-Quds dan Bukit Golan terjajah. Terlepas dari tekanan besar yang diberikan oleh Washington untuk mengadopsi resolusi tersebut. Resolusi tersebut juga merupakan upaya Uni Eropa untuk mencapai kesepakatan dengan Palestina terkait kemungkinan untuk menghilangkan item-item dalam daftar hitam, sebagai imbalan atas dukungan negara Uni Eropa terhadap sisa resolusi lainnya yang gagal.

 

Sumber: arab48.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *