PBB Adopsi 8 Resolusi Dukung Palestina

Pengambilan suara atas beberapa resolusi PBB dilakukan dalam lebih dari satu kali sidang sepanjang hari Jumat (Anadol).

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Jumat malam (16/11) menetapkan dengan suara mayoritas delapan resolusi menentang Israel, tujuh diantaranya yang mendukung Palestina dan menegaskan hak-hak rakyatnya, sementara resolusi kedelapan tentang perlunya penarikan ‘Israel’ dari Dataran Tinggi Golan, yang dijajahnya pada tahun 1967.

Resolusi pertama – terkait Dataran Tinggi Golan Suriah – menegaskan urgensi ‘Israel’ menarik diri dari Dataran Tinggi yang dijajahnya pada tahun 1967 dan ini diadopsi oleh sejumlah negara.

Rancangan resolusi itu memperoleh dukungan dari 151 negara dan penentangan dari dua negara, yaitu Amerika Serikat dan ‘Israel’, dengan 14 abstain.

Perwakilan Washington untuk PBB, Nikki Haley, mengatakan pada hari Kamis bahwa negaranya pada hari Jumat akan memberikan suara menentang resolusi tahunan yang diadopsi oleh Majelis Umum PBB terkait Dataran Tinggi Golan.

Adapun tujuh resolusi lainnya yang telah selesai diadopsi, terkait dengan masalah Palestina: yang pertama adalah pemberian bantuan internasional bagi rakyat Palestina – dengan dukungan  mayoritas 161 suara, dua menetang, dengan delapan abstain.

Sementara resolusi yang khusus terkait pengungsi Palestina dan hak-hak mereka yang sah menurut hukum internasional memperoleh dukungan155 suara, 5 menentang dan 10 abstain.

Resolusi ketiga tentang urgensi peran yang dimainkan oleh Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) memperoleh suara mayoritas dari 158 negara, dengan lima menolak dan tujuh abstain.

Sebagaimana resolusi keempat yang khusus terkait properti warga Palestina memperoleh dukungan 155 suara, 5 menentang dan 10 abstain. Sedangkan Resolusi kelima khusus terkait ilegalitas pemukiman ‘Israel’ di wilayah Palestina yang dijajah mendapatkan dukungan dari 153 negara, lima menentang menentang dan 10 abstain.

Resolusi keenam tentang praktik-praktik ‘Israel’ dan implikasinya terhadap hak asasi manusia Palestina telah memperoleh persetujuan dari 153 negara dan keberatan dari enam negara dan sembilan negara abstain.

Resolusi ketujuh terkait hak-hak rakyat Palestina untuk menerima perlindungan internasional memperoleh mayoritas suara dari 154 negara, dengan penolakan lima negara dan sepuluh negara abstain.

Pengambilan suara atas berbagai resolusi tersebut dilakukan lebih dari satu kali sesi pada hari Jumat, dan dilakukan penghitungan absensi sebelum pemungutan suara pada setiap pengambilan resolusi, sehingga jumlah peserta berbeda-beda dari satu sesi ke sesi lainnya (i7).

———————————–

Sumber: www.aljazeera.net, terbit: 17/11/2018.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *