PBB: 800 Keluarga Palestina di Yerusalem Terancam Diusir Paksa

Salah satu sudut Perkampungan Al-Syeikh Jarrah di Yerusalem yang di dalamnya ada ratusan warga Palestina terancam pengusiran secara paksa. (Anadol)

Kantor OCHA, Koordinator Kemanusiaan PBB di Yerusalem yang dijajah, mengungkapkan bahwa lebih dari 800 keluarga Palestina terancam oleh penggusuran paksa dari rumah mereka demi kepentingan kelompok-kelompok pemukim Yahudi.

Pernyataan lembaga PBB tersebut menyatakan bahwa pengadilan ‘Israel’ sedang mempertimbangkan kasus yang diajukan oleh pemukim Yahudi terhadap ratusan keluarga Palestina, yang menuntut agar mereka diusir dari rumah mereka dan rumah-rumah itu akan diserahkan kepada para pemukim, dengan dalih kebenaran klaim kepemilikan keluarga para pemukim Yahudi atas rumah-rumah ini.

Laporan itu menunjukkan bahwa bahaya penggusuran paksa terus mengancam puluhan keluarga Palestina, setelah pengadilan “Israel” memutuskan mendukung organisasi pemukiman Yahudi untuk mengevakuasi rumah keluarga Palestina di perkampungan Al-Sheikh Jarrah di Yerusalem yang dijajah.

 

Pengambilalihan

Sekitar 3.500 pemukim saat ini tinggal di perkampungan lingkungan Palestina di Yerusalem Timur yang diduduki, setelah menyita  rumah-rumah dan properti rakyat Palestina dengan dukungan dari otoritas “Israel”, kata laporan itu.

Puluhan warga Palestina dan pendukung gerakan “Peace Now Israel” berdemonstrasi di perkampungan Al-Syeikh Jarrah sebagai bentuk solidaritas terhadap keluarga-keluarga Yerusalem itu, yang oleh otoritas penjajah “Israel” bermaksud untuk dideportasi dari rumah mereka pada pertengahan pekan depan.

Lima keluarga Palestina dari perkampungan itu telah kalah dalam sidang pengadilan terkait pembuktian hak kepemilikan rumahnya akhir tahun lalu untuk memenangkah beberapa lembaga pemukiman Yahudi. Telah diterbitkan ketetapan agar rumah-rumah tersebut dikosongkan pada tanggal 23 bulan depan.

Dalam beberapa tahun terakhir, lebaga-lembaga pemukim Yahudi telah menyita puluhan properti di perkampungan Al-Sheikh Jarrah, dan mengisinya dengan para pemukim Yahudi, setelah setelah pengadilan “Israel” menetapkan bahwa tanah yang dibangunnya adalah milik orang Yahudi pada tahun 1948.


Kebijakan Penghancuran

Terkait hal ini, kantor OCHA menyatakan bahwa dalam dua pekan pertama di bulan ini, pihak berwenang “Israel” telah  menghancurkan 13 bangunan milik warga Palestina, dengan dalih tidak memiliki kelengkapan IMB. Ketetapan itu telah menyebabkan penggusuran sepuluh warga Palestina dan merugikan sekitar 100 orang lainnya.

Pembongkaran berlanjut di Area-C di Hebron Tepi Barat, di Jenin, Qalandya dan Beit Iksa di dekat Yerusalem, dan Jabal Al-Mukaber yang menghadap ke Yerusalem.

——————

Sumber: www.aljazeera.net/alquds, terbit 19/01/2019.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *