PBB: 3000 Pengungsi Tak Punya Tempat Tinggal Akibat Agresi di Gaza

Organisasi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengatakan bahwa agresi militer Zionis baru-baru terhadap Jalur Gaza telah mengakibatkan terjadinya pengungsian paling sedikit 3000 warga Palestina dari mereka yang dihancurkan rumahnya atau rusak total oleh pemboman dan serangan udara Zionis.

Radio PBB mengutip dari Koordinator Kemanusiaan PBB di wilayah Palestina, James Rawley, yang mengatakan, “Para warga sipil di Gaza, untuk kedua kalinya merekalah yang menanggung beban lebih besar selama putaran eskalasi terhadap Jalur Gaza.”

Rawley menambahkan bahwa agresi Zionis yang diberi nama “Penyangga Awan” yang dilancarkan terhadap Gaza menegaskan bahwa situasi saat ini “tidak bisa dilanjutkan”. Dia mengatakan, “Situasi ini harus berubah. Kami dari pihak kami menyerukan pihak-pihak politik yang aktif di kawasan dan di luar kawasan untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjamin perdamaian abadi dan stabilitas di kawasan itu. Memberikan harapan sekali lagi kepada rakyat Gaza dan kawasan.”

Dia menyatakan bahwa agresi Israel ke Jalur Gaza telah mengakibatkan 3000 warga Palestina menjadi pengungsi di Jalur Gaza, dari mereka yang dihancurkan rumahnya oleh Israel atau mengalami kerusakan parah. Mereka sekarang ini menjadi pengungsi bersama keluarga-keluarga yang menampung mereka atau di rumah-rumah sewaan.

Pejabat PBB ini menyatakan, hasil penilaian awal menunjukkan bahwa perang baru-baru ini sangat memperburuk situasi kemanusiaan dan stabilitas di Jalur Gaza. Di mana sebanyak 80 persen dari populasi (sekitar satu juta 300 ribu warga Palestina) menerima bantuan, termasuk 800 ribu orang menerima bantuan dari Badan Bantuan dan Pemberdayaan PBB untuk Pengungsi Palestina “UNRWA”. Selain 3000 pengungsi Palestina di Gaza yang membutuhkan segera tempat penampungan, ada peningkatan signifkan jumlah warga yang mengalami trauma akibat perang, terutama di kalangan anak-anak.

Rowley menekankan bahwa PBB dan badan-badan kemanusiaan yang beroperasi di Jalur Gaza, selama eskalasi agresi Israel, telah dengan cepat memenuhi kebutuhan sekitar 12 ribu warga Palestina yang mengungsi di sekolah-sekolah “UNRWA” dan sekolah umum. (infopalestina.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *