Pasukan Pemanah, Pasukan Baru "Great Return March"

Oleh: Lulu Basmah

Sejumlah aktivis Palestina yang menamakan diri mereka ‘’Pasukan Pemanah’’ ikut berpartisipasi dalam aksi #GreatReturnMarch sejak Jum’at lalu (12/10) di perbatasan Gaza.

Pasukan Pemanah tersebut berdiri bersama warga yang bertugas membawa balon dan layang-layang pembakar melawan pasukan penjajah Israel (IDF) yang telah siaga di balik pagar besi.

Pasukan tersebut disebutkan membentuk unit yang memiliki tugas khusus, seperti menerbangkan balon pembakar yang membumihanguskan sejumlah lahan Israel dan membuat pemerintah Zionis kalang kabut.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Gaza kemarin melaporkan bahwa 7 rakyat Palestina syahid ditembak sniper Israel dan 252 lainnya luka berat pada aksi yang berlangsung kemarin.

Saksi mata menjelaskan bahwa pasukan penjajah Israel (IDF) menghujani demonstran dengan tembakan di perbatasan Gaza.

Jalur Gaza adalah wilayah yang terisoliasi akibat blokade Israel yang telah berlangsung selama lebih dari 11 tahun.

Selain itu, Pemerintah AS bulan lalu juga menghentikan donasinya terhadap Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina UNRWA yang merupakan tulang punggung sebagian besar rakyat Gaza.

Situasi sulit ini memaksa warga Gaza menggelar aski masal “Great March of Return”, menuntut Israel untuk menghapus blokade yang membuat warga Gaza sengsara serta memulangkan pengungsi Palestina ke tanah air.

Puluhan ribu rakyat Palestina yang tidak bersenjata dilaporkan berkumpul di perbatasan Gaza untuk menerobos pagar pembatas dan menembakkan layangan dan balon pembakar.

Sementara itu pasukan Israel menembaki rakyat Palestina yang menjadi peserta aksi tersebut secara membabi buta.

Serangan dan tindak kekerasan pasukan pertahanan Israel (IDF) terhadap warga Gaza sejak 30 Maret silam hingga saat ini diperkirakan menelan 210 korban jiwa.

Sebelumnya Sekjen PBB, Antonio Guterres, dan Komisaris Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri, Federica Mogherini, menyerukan lembaga internasional untuk melakukan penyelidikan independen terhadap tindak kriminal pasukan Israel terhadap rakyat Palestina.

Guterres juga memperingatkan bahwa Gaza akan menjadi wilayah tak layak huni pada tahun 2020.

Ia juga juga mendesak masyarakat internasional berkontribusi menangani krisis di Palestina sesuai resolusi PBB. (LB)

, , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *