Parlemen Yordania Serukan Pengusiran Utusan “Israel”

 


Anggota parlemen Yordania kemarin meminta pemerintahnya mengusir duta besar “Israel” untuk Amman dan memulangkan duta besar Yordania dari “Israel” sebagai tanggapan atas pelanggaran yang telah dilakukan “Israel” terhadap Masjid Al-Aqsa, demikian seperti dilansir kantor berita Safa.

Yahya Al-Saud, ketua Komisi Palestina di Parlemen Yordania membacakan pernyataan komisinya di sidang parlemen, diamana dia menyerukan pemerintah untuk segera mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menghentikan langkah-langkah sepihak Israel.

Menurut Safa, komisi itu memuji sikap resmi Pemerintah Yordania terkait Masjid Al-Aqsa dan situs-situs Islam di Yerusalem, merujuk kepada peran Kementerian Wakaf Yordania di dalam kota suci tersebut.

Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa praktik-praktik yang dilakukan penjajah di Yerusalem sebagai sebuah “langkah berbahaya baru” yang “memprovokasi” perasaan umat Islam di seluruh dunia serta menghasut “rasisme” dan “sektarianisme” di kawasan itu.

Pelanggaran yang dilakukan “Israel” terhadap Masjid Al-Aqsa juga memicu “ekstremisme” dan “kebencian” yang merusak keamanan.

Komisi parlemen menyerukan kepada semua parlemen dan institusi-institusi di dunia Arab, Islam dan internasional agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghentikan praktik-praktik “Israel” dan mencegah  “Israel” dari melakukan partisi terhadap Masjid Al-Aqsa.

Pada hari Senin (18/02), “Israel” telah menutup pintu gerbang Masjid Al-Aqsa  yang bernama Al-Rahmah dan menyerang warga Palestina yang mencoba memasuki situs suci tersebut. (i7).

——————-

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit 20/02/2019, pukul 10: 14 pagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *