Paris Yakin Tujuan ‘Kesepakatan Abad ini’ Tidak Akan Tercapai dan Cari Alternatif

Sheikh diantara pengunjukrasa solidaritas bagi tahanan penjara Ofer di Tepi Barat pada Kamis 22 Agustus 2019 [Reuters]

Paris – Sumber-sumber diplomatik di Paris meragukan permasalahan Palestina dengan negara Penjajah Zionis akan masuk ke dalam agenda KTT G7.

KTT dua hari tersebut akan berlangsung pada tanggal 24 Agustus di resor Biarritz Prancis, yang menghadap ke perairan Atlantik.

Menurut sumber-sumber tersebut, alasan utamanya terletak pada kebijakan Amerika Serikat, yang menunda pengumuman perincian ‘Kesepakatan Abad ini.”

Patut dicatat bahwa Gedung Putih menginginkan kesepakatan ini agara berjalan terus demi mengakhiri konflik Palestina dengan negara Penajajah Zionis, konflik tertua dari semua konflik yang ada dan masih belum ditemukan solusinya sampai hari ini.

Pada hari Rabu (21/08), Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan dia yakin rencana perdamaian Trump tidak akan mencapai tujuannya, melihat sulitnya memaksakan kesepakatan pada pihak-pihak yang tidak ingin bernegosiasi.

Dia juga menekankan bahwa dia sedang berusaha menemukan usulan-usulan alternatif dalam permasalahan ini.

Namun, pernyataan Macron ini telah menimbulkan beberapa pertanyaan.

Menurut sumber-sumber diplomatik Arab di Paris, sejak kedatangannya di Elysee Palace, Presiden Macron masih belum menyinggung tentang konflik Palestina dengan negara Penjajah Zionis.

Menurut penjelasan mereka bahwa tersebut merupakan hal yang paling sedikit dibahas di antara semua permasalahan lainnya yang ada di Timur Tengah, seperti masalah Suriah, perang di Libya dan kesepakatan nuklir Iran.

Padahal, dalam hal pengembangan ide dan usulan-usulan terkait konflik ini, ini bukanlah untuk pertama kalinya dia berbicara tentang upaya untuk mencari solusi.

Tokoh-tokoh Prancis membenarkan ketiadaan Paris dari menyinggung permasalahan ini, dengan dalih bahwa “tidak ada ruang politik untuk melibatkan diri dalam kompleksitas permasalahan yang  ingin dikuasai Washington sepenuhnya.”

Komentar Macron tentang memaksakan suatu kesepakatan pada pihak-pihak pesaingnya, menurut sumber-sumber diplomatik Arab, “sama sekali tidak mencerminkan kenyataan.”

“Ini menjadi pembenaran dan tidak mempertimbangkan kebijakan pemukiman negara Penjajah Zionis, atau keputusan-keputusan Trump, seperti mengakui Baitul Maqdis sebagai ibukota negara penjajah Zionis dan memindahkannya ke sana, semua langkah yang membuat kepemimpinan Palestina menolak untuk bernegosiasi.”

Kementerian luar negeri Prancis secara rutin mengutuk praktik-praktik negara penjajah Zionis.

“Jika ada yang melihat rencana perdamaian, beri tahu kami,” kata Menteri Luar Negeri Prancis Jean Yves Le Drian selama kunjungan baru-baru ini ke Maroko, menambahkan bahwa itu tidak akan membuat kedua belah pihak bahagia.

————–

Sumber: https://aawsat.com/english, tanggal: 23 Agustus, 2019, pukul: 13: 30.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *