Para Tawanan Wanita Palestina Ancam Gelar Mogok Makan Terbuka

Yayasan Solidaritas HAM melaporkan, kondisi pemimpin tawanan wanita Palestina di penjara zionis, Lina Jarbuni saat ini masih menderita penyakit empedu. Namun pihak penjara zionis “Israel” menolak mengijinkan operasi, meskipun pihak dokter sudah menganjurkannya segera dioperasi.

Menurut Ahmad Bitawi, peneliti pada yayasan HAM, tawanan Lina Jarbuni tidak mampu mengunyah makanan karena sakit yang dideritanya, juga tidak bisa tidur, dan tidak mendapatkan pengobatan, selain suntikan penenang, sehingga memicu penurunan berat badan drastic. Selain itu ia menderita pembengkakan pada kedua kaki dan sakit kepala permanen.

Sementara itu seorang tawanan wanita lainnya, Muna Qa’dan menegaskan kepada pengacara yayasan solidaritas HAM, Muhammad Abid, bahwa para tawanan wanita Palestina memutuskan untuk menggelar mogok makan terbuka jika pemimpin mereka, Lina Jarbuni, tidak diijinkan untuk dioperasi, atau jika pihak penjajah zionis menolak membebaskannya dalam persidangan Selasa besok.

Lina Jarbuni ditawan sejak 17/4/2002, ia merupakan satu-satunya tawanan yang tersisa setelah pertukaran tawanan Wafa Ahrar, dan divonis 17 tahun penjara, sampai saat ini ia telah mendekam 12 tahun di penjara zionis. (infopalestina)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *