Juru Foto Inggris dan Pameran Foto Masjid Al Aqsha di Jogokariyan

Yogyakarta, 2 – 4 Februari 2018. Akhir pekan pertama bulan Februari di Jogokariyan – Yogyakarta menjadi meriah, dengan terjalinnya cinta segitiga antara Yogyakarta, London dan Baitul Maqdis sebagaimana diinfokan oleh akun Twitter @sahabatalaqsha. Pasalnya, hadir Juru Foto spesialis Masjid Al Aqsha asal Inggris yang bernama Muhsin Jak Kilby, atau jamaah Jogokariyan menyapanya pakde Muhsin Kilby. Bukan hanya kehadiran sosoknya, hadir pula pameran foto-foto Masjid Al Aqsha di Masjid Jogokariyan. Semua dibalut dalam rangkaian acara Festival Baitul Maqdis yang diselenggarakan dalam ajang 10 Tahun Sahabat Al Aqsha bekerjasama dengan Masjid Jogokariyan dan Remaja Masjid Jogokariyan.

 

Festival ini diisi dengan beragam acara. Mulai dari Ngobrol Baitul Maqdis dari Hati ke Hati bersama Muhsin Jak Kilby dan Babeh Dzikrullah, Baitul Maqdis Berkisah bersama Kak Bimo dan Kak Ari dari PPMI (Persatuan Pencerita Muslim Indonesia), hingga Parade Hamas (Himpunan Anak-Anak Masjid) Jogokariyan. Tentu dimeriahkan pula dengan Pameran Foto Al Aqsha Penyejuk Mata karya Muhsin Jak Kilby, bahkan sempat ada Coaching Photography terkait Basic Photography, Photo Documenter dan War Photography.

 

sumber: Sahabat Al Aqsha

 

Sepanjang festival berlangsung, kita bisa menikmati Virtual Tour 360 Derajat dan menyaksikan Film Palestine Update! Adapun hiburannya dimeriahkan oleh tim nasyid Fathul Jihad dengan Senandung Nasyid Palestina.

 

Muhsin Jak Kilby tak sendirian, ia bersama istrinya Makcik Nora membersamai anak-anak Jogokariyan untuk semakin dekat dengan Al Aqsha. Setelah sebelumnya anak-anak tersebut dihibur dengan dongeng Kak Aris.

 

Menariknya, di tengah-tengah pameran foto Masjid Al Aqsha, tergeletak dalam meja tertutup kaca, keris Kangjeng Kyahi HAMAS. Apa itu?

 

Yaitu proyek keris Yogyakarta yang diinisiasi oleh ustadz Salim A Fillah. Lebih jelasnya, keris lurus ini adalah keris yang diperkirakan dibuat di masa Hamengkubawana I, Raja Yogyakarta tahun 1755 sampai tahun 1792. Keris ini berpenampilan Jalak Dinding yang maknanya seperti burung, bersahaja dan waspada. Adapun motifnya adalah Alas-alasan yang menggambarkan hukum rimba penjajahan yang harus dikalahkan, yang intinya adalah lambang HAMAS.

 

Keris ini dipamerkan oleh Yayasan Mandat Mataram, guna menghadiahkan khazanah Nusantara dalam iman, ukhuwah, dakwah serta pemberdayaan bagi umat sedunia. Kelak keris ini akan dihadiahkan untuk pemimpin perjuangan pembebasan Masjidil Aqsha.

 

sumber foto: Sahabat Al Aqsha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *