Palestina Kutuk Rencana Penjajah Zionis Bangun 5.400 Unit Pemukiman Baru

Pekerjaan konstruksi yang sedang berlangsung terlihat di pemukiman ilegal negara Penjajah Zionis di Givat Zeev, dekat Ramallah di Tepi Barat yang dijajah pada tanggal 25 Juni 2020 [AHMAD GHARABLI / AFP via Getty Images]



Otoritas Palestina (PA) pada hari Jumat (02/10) mengutuk rencana Penjajah Zionis untuk membangun 5.400 unit pemukiman baru di Tepi Barat Palestina yang dijajah, demikian seperti pernyataan yang dikeluarkan oleh Kemenlu Otoritas Palestina (PA).

Pernyataan itu mengungkapkan: “Memperluas pemukiman Yahudi adalah bagian dari langkah sepihak negara Penjajah Zionis untuk mewujudkan Deal of the Century milik AS dan rencanya untuk mencaplok sebagian besar dari Tepi Barat.”

Ia menambahkan: “Ini berlawanan dengan klaim negara Penjajah Zionis bahwa ia telah membekukan pemukiman demi terjadinya normalisasi dengan negara-negara Arab, dan ini juga mencerminkan pelanggaran sistematis Amerika dan negara Penjajah Zionis terhadap hukum internasional dan beberapa resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa.”

Ini terjadi setelah stasiun radio negara Penjajah Zionis melaporkan pada Kamis malam bahwa Perdana Menteri negara Penjajah Zionis Benjamin Netanyahu telah menginstruksikan persetujuan bagi pembangunan 5.400 unit di berbagai pemukiman Tepi Barat.

Penolakan Penjajah Zionis untuk menghentikan perluasan permukiman, bersama dengan masalah lainnya, merupakan penyebab utama runtuhnya putaran terakhir perundingan perdamaian pada tahun 2014.

———

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 3 Oktober 2020, 13:47.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *