Pada Jumat Kedua Ramadhan, Puluhan Ribu Berduyun-duyun ke Al-Aqsha



Puluhan ribu warga Baitul Maqdis (Yerusalem), Zona-48 dan Tepi Barat, yang berusia di atas 40 tahun, terus berduyun-duyun memasuki kota Baitul Maqdis (Yerusalem) yang dijajah untuk melakukan Jumat yang kedua bulan suci Ramadhan di Masjid Al-Aqsa.

Pos-pos pemeriksaan militer yang bertengger di pintu masuk utama kota Baitul Maqdis (Yerusalem) menjadi saksi lautan manusia yang berusaha untuk bisa masuk Baitul Maqdis (Yerusalem) dengan menggunakan kendaraan transportasi umum, di tengah prosedur ketat yang diterapkan oleh “Israel”.

Menurut sumber-sumber Baitul Maqdis, pasukan penjajah telah menutup sekeling Kota Tua, dan sejumlah besar jalan-jalan utamanya sejak subuh hari ini (17/05/2019).

Penutupan itu meliputi beberapa kelurahan Wadi al-Jawz, Sheikh Jarrah, distrik Ras al-Amud, dan jalan-jalan Sultan Suleiman, Salah al-Din, al-Sahira dan lain-lain. Penjajah hanya membolehkan melintas bus untuk mengangkut para jamaah shalat.

Penjajah juga mendirikan barikade besi dan hambatan militer di jalan-jalan besar, jalan-jalan utama dan kelurahan-kelurahan di dalam kota.

Pasukan penjajah menahan bus grup-grup pramuka dari Kufr Aqab di kelurahan Wadi al-Joz di Baitul Maqdis (Yerusalem) yang dijajah.

Menurut saksi mata, pasukan penjajah menangkap sejumlah pemuda setelah mereka memanjat dinding pemisah (apartheid) di Qalandia untuk menuju pelaksanaan shalat di Masjid Al Aqsa. (i7)

————

Sumber: www.palinfo.com, terbit: Jumat, 17/05/2019, pukul: 11:24:21 pagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *