Otoritas Palestina Siap Bertemu Penjajah Zionis di Moskow

Pertemuan terakhir antara Abbas dan Netanyahu saat melayat jenazah Peres (AP)

Menteri Luar Negeri Palestina di Ramallah Riyad Al Maliki mengumumkan pada hari Senin (01/06), kesiapan pihak Palestina untuk mengadakan pertemuan dengan Penjajah Zionis di ibukota Rusia, Moskow.

Hal tersebut diungkapkan dalam konferensi pers yang diadakan oleh Al-Maliki dari Jenewa, di mana ia menyatakan kekhawatirannya bahwa pihak Penjajah Zionis akan menghindari pertemuan terbaru ini.

Dia menambahkan: “Ada dua upaya sebelumnya yang mengatur pertemuan antara Perdana Menteri Penjajah Zionis Benjamin Netanyahu dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Rusia, tetapi keduanya gagal karena sikap pihak Penjajah Zionis.”

Dia menambahkan bahwa dia meragukan kedatangan Netanyahu ke Moskow, meskipun dia diundang untuk datang belakangan ini.

Pernyataan Al-Maliki muncul di saat penolakan Palestina terhadap niat Otoritas Penjajah Zionis untuk mencaplok beberapa bagian Tepi Barat yang diajajah.

Negosiasi antara kedua belah pihak Palestina dan Penjajah Zionis terhenti sejak April 2014, karena Penjajah Zionis menolak untuk memenuhi tuntutan Palestina.

Di antara tuntutan itu adalah penghentian pemukiman Yahudi di wilayah Palestina yang dijajah, dan menerima perbatasan pra-Juni 1967 sebagai dasar bagi perundingan pembentukan negara Palestina.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Mikhail Bogdanov, telah menyampaikan kepada Menteri Urusan Sipil Otoritas Palestina Hussein Al-Sheikh, bahwa negaranya siap untuk melakukan “pertemuan pribadi” antara Abbas dan Netanyahu.”.

Kantor berita Rusia TASS melaporkan pada 23 Mei bahwa Bogdanov menegaskan “proposal ” yang diusulkan Rusia sebelumnya untuk mengadakan pertemuan pribadi antara Abbas dan Netanyahu di Moskow “tanpa prasyarat.”

Namun, kantor berita tersebut menyebutkan bahwa Al-Syeikh telah menyampaikan kepada Bogdanov tentang keputusan Abbas baru-baru ini untuk menghentikan semua bentuk kerja sama antara Otoritas Palestina dan Penjajah Zionis, tanpa maksud memberikan tanggapan atas undangan tersebut secara langsung.

Kantor berita tersebut tidak menyebutkan apakah Rusia mengundang Netanyahu untuk pertemuan tersebut atau tidak.

Rusia belakangan ini aktif di tingkat diplomatik, untuk mengadakan pertemuan antara Otoritas Palestina dan Amerika Serikat di Jenewa di tingkat menteri, dalam upaya untuk mengurangi eskalasi di wilayah Palestina, ditengah adanya niat Penjajah Zionis untuk mencaplok beberapa wilayah Tepi Barat pada bulan Juli.

Sebuah laporan pers juga menyebutkan bahwa Rusia berusaha untuk memainkan peran mediasi antara Otoritas Palestina dan pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk memperbarui hubungan bilateral, itu melalui diadakannya pertemuan, yang dijelaskan oleh laporan itu bahwa itu direncakan pada waktu mendatang di kota Jenewa Swiss.

——–

Sumber: www.arab48.com, terbit: 01/06/2020 – jam: 23:33.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *