Otoritas Palestina: Kereta PemukimYahudi Persembahan Penjajah

 

Youssef Mahmoud, juru bicara Ototritas Palestina memperingatkan rencana proyek kereta api yang akan menghubungkan pusat Israel dengan permukiman di Tepi Barat yang terjajah. Menurutnya, pengumuman tentang rencana Israel yang baru untuk menghubungkan berbagai pemukiman menggunakan kereta api ini, ini merupakan rencana pemukiman penjajahan yang sangat berbahaya yang hadir di tengah-tengah kerangka kampanye eskalasi yang ketat, yang dipimpin oleh Otoritas penjajah Israel dan dieksekusi di atas tanah-tanah milik kami yang dijajah demi menjarahnya, mencurinya, dan menguasainya.

Otoritas Palestina menjelaskan bahwa dalam hal ini Israel, hingga sikap Presiden AS Donald Trump, yang digambarkannya  sebagai “tidak adil dan bias terhadap penjajah dan kekejaman yang dilakukannya,” menegaskan bahwa rencana ini juga termasuk dalam usaha penjajah Israel untuk memaksakan apa yang disebut kedaulatan Israel dan bekerja demi mengabadikan berbagai permukiman Yahudi di wilayah Palestina sebagai pendahuluan untuk memecah belahnya dan mencerabutnya dari keutuhannya. Dan dengan demikian membagi-bagi tanah air kami dan menghancurkan masa depan pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya di atas batas-batas sesuai kesepakatan tahun 1967.

Juru Bicara tersebut menekankan bahwa apa yang akan dilakukan pemerintah Israel tidak dibiarkan berlalu begitu saja oleh rakyat kami dan tidak kami tidak akan pernah menyerah. Sebaliknya, rakyat akan berdiri bersatu padu  dan terus menghadapi berbagai tantangan yang terus datang , melakukan penolakan dan perjuangan demi menjatuhkan penjajah.

Dia menjelaskan bahwa langkah-langkah penjajahan ini justru membawa kepada lebih banyak ketegangan dan menutup cakrawala kemungkinan dihidupkan kembali proses perdamaian, yang didirikan oleh masyarakat internasional. Palestina senantiasa menjadi pihak yang berpegang teguh padanya setelah pihak Israel menarik mundur dan sang sponsor Amerika menarik diri melalui sikap Presiden Trump yang tertolak dan dikutuk, dan tidak akan pernah diterima oleh seluruh dunia yang merdeka. Oleh karena itu, masyarakat internasional harus mempertahankan diri, membela berbagai resolusinya dan proyeknya melalui intervensi yang cepat, mengemban peran dan melaksanakan tanggung jawabnya. Ini semua untuk memastikan penghentian kerusakan yang disebabkan oleh pemerintah penjajah di atas bumi kami dan serluruh kawasan ini (Arab48/i7).

 

About Kholid Abdullah

Kholid Abdullah bekerja sebagai tutor Bahasa Inggris dan Bahasa Arab di beberapa lembaga swasta. Selain mengajar, aktifitas harian yang rutin dilakukannya adalah melakukan alih bahasa dari media berbahasa Inggris dan Bahasa Arab untuk mengisi konten situs ASPAC (Asia Pacific Community for Palestine). Saat ini Kholid sedang menyusun sebuah ebook “Antologi Puisi & Nyanyian Perlawanan Palestina”. Untuk mengirim pesan kepadanya, bisa melalui email: interiorasap@gmail.com.
View all posts by Kholid Abdullah →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *