Otoritas Israel Ancam Hancurkan Umm Al-Hairan

Surat kabar Haaretz pada Selasa malam 20/03) , melaporkan dari lembaga yang disebutnya sebagai “Pemerintah Administratif Pertanahan Israel” dan “Otoritas Pengembang An-Naqab,” bahwa pemerintah Israel berniat untuk menghancurkan desa Umm Hairan, yang telah kehilangan pengakuannya di dalam wilayah Al-Naqab, dan mengosongkan warganya mulai dari bulan April mendatang. Perintah pengosongan kepada keluarga yang tinggal didalamnya akan dikirimkan Rabu (21/03).

Surat kabar tersebut mengutip dari Yair Ma’ayan, Dirjen “Otoritas Pengembangan dan Relokasi Warga Badui,” yang mengancam “semua bangunan di desa itu akan dihancurkan dan akan dikosongkan dari semua warganya. Di atas reruntuhannya akan dibangun permukiman Yahudi baru yang disebut Hiran.” Desa ini memiliki populasi lebih dari 1.000 warga dan berisi puluhan rumah, kebanyakan terbuat dari batu bata dan sebagian dari timah (baja ringan), serta masjid untuk sholat.

Di bawah rencana Israel, penduduk Umm Al-Hairan akan tinggal di sebuah lokasi di kota Hura selama dua tahun, sampai didirikan lingkungan perumahan yang permanen di kota itu.

Proposal yang saat ini ada di meja oleh otoritas Israel adalah untuk menyediakan lahan siap pakai untuk pembangunan di salah satu lokadi desa Hura yang berdekatan dan mendorong penduduk untuk pindah ke sana. Terkait hal itu, Maayan memperkirakan “Kemungkinan mereka (penduduk Umm Hiran) datang hari ini, besok atau lusa,””Siapa saja yang ingin mendapatkan tanah itu … kavlingnya sudah siap untuk dibangun dengan fondasi yang sepantasnya.”

Dia mengklaim “Dewan Nasional untuk Perencanaan dan Pembangunan” pada kesempatan sebelumnya “telah melakukan dalam beberapa bulan terakhir perundingan antara penduduk dan Otoritas dengan maksud mencapai kesepakatan. Sesuai jalur kesepakatan itu yang melibatkan perwakilan warga, bahwa akan dilakukan perencanaan pada waktu mendatang bagi pengembangan kepentingan mereka beberapa bagian tanah di daerah yang diperkirakan akan mereka setujui dan perluas di Hura. Selama proses perencanaan yang berlangsung selama dua tahun, dan kemudian akan dikembangkan beberapa bagian tanah itu untuk tempat tinggal. Hingga pengembangan lahan yang dialokasikan untuk perumahan jadi permanen, penduduk setuju untuk sementara pindah ke daerah yang terletak di desa-12 di Hura. “

 

Sebaliknya, penduduk Umm Al-Hairan dan perwakilan mereka membantah laporan ” Otoritas Pengembangan dan Relokasi Warga Badui di Al-Naqab” dan “Dewan Nasional untuk Perencanaan dan Pembangunan” dan mereka menegaskan penolakan mereka untuk pindah dari rumah dan tanah mereka. Raed Abu al-Qayaan, Kepala Komite Rakyat di Umm Al-Hairan, menyangkal bahwa ada keluarga yang telah menandatangani perjanjian dengan dua badan Israel tersebut.

Dia mengimbau kepada masyarakat desa Umm al-Hairan yang kehilangan pengakuannya di Al-Naqab, Senin malam (20/03), dari kalangan tokoh masyarakat Arab di sana, dan warga Palestina di daerah-48 dan kalangan media massa, agar berdiri membela mereka dan hadir di desa itu, untuk mencegah birokrasi kepolisian melaksanakan perintah pembongkaran rumah-rumah  di desa itu.

Abu Al-Qayaan kepada Arab-48 kemarin (20/03) mengatakan bahwa ” Umm Al-Hairan membutuhkan kalian. Setiap hari kami harus berhadapan dengan polisi-polisi Israel dan semua kaki tangan Otoritas Israel yang terkait sejak sekian lama. Setiap hari mereka berupaya terus menerus menggoyahkan sikap kami terhadap Umm Hairan.”

Abu Al-Qayaan menjelaskan bahwa “ kemaren mereka menangkap salah seorang warga desa. Dan selama bulan-bulan terakhir ini pengadilan Israel telah menerbitkan beberapa perintah terkait hak milik kami agar segera dilepaskan. Dan juga beberapa perintah administratif, dan upaya-upaya melanjutkan pembangunan pemukiman (Yahudi) Hairan di atas reruntuhan bangunan rumah kami.”

Abu Al-Qayaan menambahkan “Umm Al-Hairan berada di jantung serangan terhadap Al-Naqab dan posisinya tidak akan pernah tergoyahkan diantara desa-desa yang lain yang kehilangan pengakuan dan mendapat ancaman pengusiran secara paksa”(Arab48/i7).

About Kholid Abdullah

Kholid Abdullah bekerja sebagai tutor Bahasa Inggris dan Bahasa Arab di beberapa lembaga swasta. Selain mengajar, aktifitas harian yang rutin dilakukannya adalah melakukan alih bahasa dari media berbahasa Inggris dan Bahasa Arab untuk mengisi konten situs ASPAC (Asia Pacific Community for Palestine). Saat ini Kholid sedang menyusun sebuah ebook “Antologi Puisi & Nyanyian Perlawanan Palestina”. Untuk mengirim pesan kepadanya, bisa melalui email: interiorasap@gmail.com.
View all posts by Kholid Abdullah →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *