Putranya Dibakar Hidup-hidup, Orang Tua Palestina Gugat Pemukim Zionis

Orang tua dari Mohammed Abu Khdeir, remaja Palestina yang disiksa secara brutal dan dibakar hingga tewas oleh para pemukim Israel pada bulan Juli 2014 telah mengajukan gugatan perdata senilai ILS 5,6 juta shekel Israel ($ 1,6 juta) atas kerugian yang diderita.

“Tujuannya bukan untuk menghasilkan uang tetapi untuk menambah hukuman mereka, sehingga meski mereka dibebaskan, mereka akan tahu bahwa mereka harus membayar keluarga yang sangat mereka rugikan,” kata surat kabar Israel Haaretz mengutip Muhannad Jabara, pengacara keluarga itu.

Dalam wawancara dengan Quds Press, Hussein Abu Khdeir, ayah Muhamad mengatakan, “ini bukan kompensasi karena kami tidak ingin memperdagangkan kasus anak kami. Kami tahu bahwa kami tidak akan mendapatkan uang dan tujuan kami belum selesai dengan kematian Muhamad, tetapi kami akan melanjutkan perlawanan hukum kami bahkan jika kami mencapai pengadilan internasional ”.

Abu Khdeir menambahkan bahwa keputusan untuk menuntut pembunuh putranya atas kerugian yang diderita adalah karena mereka takut bahwa hukuman para pembunuh akan dikurangi oleh pengampunan khusus pemerintah atas “basis rasis”.

Keluarga Palestina itu memperkirakan Pemerintah Penjajah Zionis akan menolak gugatannya.

Pada tanggal 2 Juli 2014, sekelompok pemukim Yahudi menculik Mohammed Abu Khdeir, 16 tahun, dari kota Shu’fat, utara Yerusalem dan membawanya ke barat Yerusalem. Di sana mereka menyiksanya dengan brutal sebelum menyalakan api dan membakarnya hidup- hidup.

Pada tanggal 3 Mei 2016, Pengadilan Distrik Pusat Yerusalem menghukum pelaku utama, Yosef Haim Ben David untuk hukuman seumur hidup dan tambahan 20 tahun penjara.

Pengadilan yang sama menghukum terdakwa lainnya dengan hukuman penjara seumur hidup dan menghukum terdakwa ketiga dengan 21 tahun penjara (i7).

————-

Sumber: www.middleeastmonitor.com

Terbit: 27/04/2018 – Jam 04:08 pagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *