Operasi Sinai Berlanjut ” dan tidak Sasar Warga Palestina”

Sinai, 13-02-2018. Lembaga Pusat Informasi di Mesir menyatakan bahwa operasi militer di Sinai tidaklah dimaksudkan untuk mengosongkan bagian Utara gurun itu, ataupun mentarget warga Palestina yang berada di dalamnya. Penjelasan ini dikeluarkan saat pasukan militer Mesir melanjutkan operasinya di Utara Sinai dengan mentarget apa yang disebutnya sebagai usur-unsur teror.

 

Lembaga itu Senin menegaskan bahwa tujuan operasi tersebut adalah menghabisi apa yang disebutnya sebagai teroris, dan memberikan jaminan atas kedaulatan Mesir, serta menapikan masuknya pihak-pihak militer regional di Sinai.

 

The New York Times melaporkan beberapa hari yang lalu bahwa jet tempur Israel melakukan lebih dari 100 kali serangan udara di Sinai dengan persetujuan pimpinan Mesir, hal yang dibantah oleh juru bicara Angkatan Bersenjata Mesir.

 

Masih dalam bahasan operasi militer di Sinai, tentara Mesir telah mengumumkan tewasnya 12 orang yang mereka istilahkan sebagi kelompok Takfiri, saat terjadi baku tembak dalam operasi komprehensif yang yang disebut “Sinai 2018.”

 

Sebuah pernyataan dari Kementerian Pertahanan menyatakan pasukannya telah menangkap 92 orang yang dicari karena tindak kriminal, dan menambahkan bahwa Angkatan Udara telah menyerang hancur 60 titik milik unsur-unsur yang mereka sebut sebagai teroris.

 

Di sisi lain, sumber Aljazeerah mengatakan bahwa dua orang tentara Mesir tewas dan tiga lainnya mengalami luka-luka dalam bentrokan di selatan Rafah di Sinai, sehingga total korban tentara yang tewas di Sinai sejak dimulainya operasi tersebut pada hari Jumat lalu menjadi berjumlah sepuluh orang tentara.

 

Kantor berita Reuters mempublikasikan foto di provinsi barat Mesir dengan keterangan bahwa itu adalah pemakaman mayat tentara Mesir yang tewas dalam operasi militer komprehensif yang diluncurkan oleh Angkatan Bersenjata Mesir di Sinai sejak Jumat lalu.

 

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi telah memerintahkan tentara dan polisi untuk “menggunakan semua tindak kekerasan melawan terorisme hingga tercerabut dari akarnya.” Perintah itu turun pasca beberapa hari terjadinya serangan yg tergolong paling besar dari segi jumlah korban, dilancarkan oleh orang-orang bersenjata yang diyakini sebagai IS yang ada di Sinai, menyebabkan tewasnya 311 orang dan melukai puluhan lainnya saat sedang melakukan shalat Jumat di masjid Al-Raudhah di Markaz Bi’r Al-abd (Utara Sinai).

 

Masalah keamanan di Sinai Utara merupakan salah satu masalah utama yang dihadapi presiden Mesir, yang sedang bersiap mencalonkan diri untuk pemilihan presiden semi-final, di mana dia akan berkuasa selama empat tahun yang akan datang (Aljazeera/i7).

About Kholid Abdullah

Kholid Abdullah bekerja sebagai tutor Bahasa Inggris dan Bahasa Arab di beberapa lembaga swasta. Selain mengajar, aktifitas harian yang rutin dilakukannya adalah melakukan alih bahasa dari media berbahasa Inggris dan Bahasa Arab untuk mengisi konten situs ASPAC (Asia Pacific Community for Palestine). Saat ini Kholid sedang menyusun sebuah ebook “Antologi Puisi & Nyanyian Perlawanan Palestina”. Untuk mengirim pesan kepadanya, bisa melalui email: interiorasap@gmail.com.
View all posts by Kholid Abdullah →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *