Netanyahu Tunda Pemungutan Suara UU Al-Quds Raya

aspacpalestine.com – Palestina. Saluran 2 Israel meliris pada Sabtu sore (9/12/2017), Perdana Menteri penjajah Israel Benyamin Netanyahu telah memutuskan menunda pemungutan suara Undang-undang (UU) “Al-Quds Raya”. Rencananya, Undang-undang tersebut akan dilakukan pemungutan suara di Knesset pada pekan ini, setelah disetujui oleh Komite Kementerian untuk UU.

Rancangan Undang-Undang Dasar “Al-Quds raya” menetapan bahwa perundingan pembagian Al-Quds harus tunduk pada persetujuan mayoritas hingga 80 anggota Knesset.

Menurut Saluran 2 Israel, keputusan tidak mengurangi jumlah pemungutan suara datang setelah pengumuman Perdana Menteri AS Donald Trump, mengenai Pengakuan Al-Quds sebagai ibukota penjajah Israel. Penundaan pemungutan dilakukan sebagai pencegahan untuk kesalahan Trump yang mendapat kritikan keras oleh masyarakat internasional atas deklarasinya mengenai Al-Quds.

Israel mengharapkan bahwa pengambilan suara atas RUU ini dapat dilaksanakan setelah selesai kunjungan Wakil Presiden AS Mike Pence. Diagendakan Pence akan mengunjungi daerah tersebut di pertengahan Desember ini. Mike Pence diharapkan dapat memberikan pidato di Knesset dalam kunjungannya ke penjajah Israel.

Komite Undang-Undang menjelaskan RUU diadopsi dari proposal yang diajukan oleh menteri Pendidikan, Naftali Bennet terkait amandemen Undang-Undang dasar Al-Quds. RUU ini ditujukan terutama untuk menciptakan hambatan bagi pembagian wilayah di masa depan.

 

Sumber: arab48.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *