Netanyahu Izinkan Menteri dan Anggota Knesset Serbu Masjid Aqsha

Oleh:  Mahmoud Majadele

PM Penjajah Zionis, Benjamin Netanyahu, pada Selasa (03/07), mengizinkan para anggota Knesset, untuk masuk tanah suci dan pelataran Masjid Al-Aqsha, setelah lebih dari dua tahun menerbitkan larangannya pada 2 November 2015, yang juga berlaku bagi anggota Knesset dari etnis Arab.

Menurut wartawan di Perusahaan Berita “Israel” (sebelumnya Channel-2),  Amit Segal, Netanyahu telah mengirim instruksi kepada Ketua Knesset, Yuli Edelstein, yang didalamnya dinyatakan dibolehkan bagi anggota Knesset dan para menteri untuk memasuki tanah suci dan dan halaman pelataran Masjid Al-Aqsa satu kali dalam setiap tiga bulan.

Kepolisian “Israel” telah mengumumkan pada bulan Agustus dibolehkannya bagi para anggota Knesset menyerbu Masjid Al-Aqsa di bawah program percobaan yang dilaksanakan oleh kepolisian, untuk menghindari konfrontasi yang mungkin terjadi antar sesame anggota Knesset selama penyerbuan mereka terhadap Masjid Al-Aqsha sementara anggota Knesset dari etnis Arab bisa masuk ke dalamnya. Maka diputuskan bahwa anggota Knesset akan mengkoordinasikan penyerbuan mereka ke Al-Aqsha dengan pihak kepolisian, sementara para menteri di dalam pemerintahan Penjajah tetap dilarang untuk bisa memasukinya.

Anggota Knesset dari Partai Likud, Yehuda Glick, dan dari Partai “Rumah Yahudi” Shuli Mualim, telah menyerbu pelataran Masjid Al-Aqsha dari gerbang Al-Maghariba, didampingi oleh pasukan unit khusus pada akhir bulan Agustus tahun lalu. Itu dilakukan dengan tujuan melakukan uji coba untuk melihat reaksi dari rakyat Palestina..

Pada bulan November 2015, Netanyahu telah melarang anggota Knesset dan menteri memasuki Masjid Al-Aqsa untuk alasan apa pun sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Netanyahu mengklaim bahwa keputusan pembolehan ini diterbitkannya dalam rangka menenangkan suasana di sekitar Masjid Al-Aqsha. Instruksi ini datang setelah musyawarah keamanan yang diadakan Netanyahu  kemarin dengan  latar belakang eskalasi keamanan di Yerusalem Timur yang dijajah dan Tepi Barat yang dijajah yang terus meluas ke dalam “Garis Hijau”. (i7)

————

Sumber: www.arab48.com, terbit: 03/07/2018 – 21: 23.

, ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *