Netanyahu Ingin Berikan Nama Trump Untuk Pemukiman di Golan

Bulan lalu, Trump secara resmi mengakui kedaulatan ‘Israel’ atas Dataran Tinggi Golan [Dokumen: Leah Milis / Reuters]

Perdana Menteri ‘Israel’ Benjamin Netanyahu mengatakan dia ingin memberikan nama untuk sebuah pemukiman (Yahudi) baru di Dataran Tinggi Golan yang dijajah dengan nama Presiden AS Donald Trump, sebagai apresiasi atas pengakuannya atas klaim kedaulatan ‘Israel’ terhadap dataran tinggi yang strategis itu.

Netanyahu, yang telah melakukan perjalanan ke daerah itu bersama keluarganya untuk merayakan liburan Paskah Yahudi selama sepekan, mengatakan dalam sebuah pesan video pada hari Selasa (23/04) bahwa ada “kebutuhan untuk mengungkapkan penghargaan kami” kepada presiden AS.

“Karena itu, setelah liburan Paskah, saya bermaksud membawa sebuah resolusi kepada pemerintah (‘Israel’) yang menyerukan sebuah komunitas baru di Dataran Tinggi Golan yang dinamai dengan nama Presiden Donald J Trump,” katanya.

Bertentangan dengan konsensus internasional yang sudah berlangsung lama,  bulan lalu Trump secara resmi mengakui pencaplokan ‘Israel’ atas dataran tinggi yang strategis itu yang direbutnya dari Suriah pada tahun 1967 dalam perang Arab-‘Israel’ dan dianeksasi pada 1981.

“Semua rakyat’ Israel’ sangat tersentuh ketika Presiden Trump membuat keputusan bersejarahnya untuk mengakui kedaulatan ‘Israel’ terhadap Dataran Tinggi Golan,” kata Netanyahu.

Langkah Golan yang diambil Trump, yang secara luas dikutuk oleh para pemimpin negara Arab dan negara-negara Dewan Keamanan PBB, adalah kelanjutan dari keputusan yang diambil pada Desember 2017 dimana dia mengakui Yerusalem sebagai ibu kota ‘Israel’, bertentangan dengan kebijakan AS selama beberapa dekade tentang status kota yang ditentang oleh rakyat Palestina. Kedutaan AS juga telah dipindahkan dari Tel Aviv ke Yerusalem tahun lalu, yang memicu kemarahan di dunia Islam. Trump telah mengubah kebijakan AS secara tajam untuk mendukung ‘Israel’ sejak mulai menjabat pada Januari 2017.

Keputusan Golan-nya muncul hanya dua pekan sebelum pemilu ketat ‘Israel’, yang membuat Netanyahu memenangkan masa jabatannya yang kelima.

Netanyahu saat ini sedang melakukan pembicaraan dengan mitra koalisi potensial untuk membentuk pemerintah ‘Israel’ berikutnya.

Secara terpisah ‘Israel’ telah menyatakan sebagai penghargaan kepada presiden AS, negara Zionis itu bermaksud untuk memberikan nama stasiun kereta yang diusulkan di dekat Tembok Barat Yerusalem dengan namanya.

‘Israel’ telah mencaplok dataran tinggi Golan pada tahun 1981, satu langkah yang tidak mendapat pengakuan dari mayoritas komunitas internasional.

Diperkirakan ada 20.000 warga ‘Israel’ yang  tinggal di lebih dari 33 permukiman (Yahudi) Dataran Tinggi Golan, yang oleh sebagian besar komunitas internasional dianggap sebagai ilegal.

Ada sekitar 18.000 warga Suriah dari sekte Druze, yang sebagian besar menolak untuk beralih kewarganegaraan ‘Israel’, mereka masih tetap berada di Golan yang dijajah (i7).

———————

Sumber: www.aljazeera.com, terbit: 24/04/2019.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *